Solo: Toyota memperkaya pilihan kendaraan elektrifikasi melalui Toyota bZ4X Touring Battery EV. Mobil listrik ini menggabungkan desain touring bergaya estate dengan karakter SUV serta sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan.
Secara dimensi, bZ4X Touring memiliki panjang 4.830 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.675 mm. Mobil ini juga memiliki overhang belakang 140 mm lebih panjang dibandingkan versi standar. Ground clearance setinggi 216 mm turut mendukung kemampuan mobil ketika melewati medan yang tidak rata.
Sistem AWD pada bZ4X Touring bekerja dengan mengandalkan dua motor listrik yang masing-masing ditempatkan pada as roda depan dan belakang. Sistem yang disebut eAxle tersebut menghasilkan tenaga 167 kW dan torsi 268,6 Nm dari masing-masing motor listrik, dengan total tenaga sistem mencapai 280 kW.
Untuk mendukung kemampuan melibas medan menantang, bZ4X Touring memiliki angle of approach 17,3 derajat dan angle of departure 21,1 derajat. Kedua parameter tersebut membantu mobil melewati berbagai obstacle tanpa mudah menyentuh bagian bawah kendaraan.
Jarak Tempuh dan Pengisian Daya
bZ4X Touring menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 74,69 kWh. Berdasarkan spesifikasi yang diberikan, mobil listrik ini memiliki jarak tempuh sekitar 487 km dalam kondisi baterai penuh, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Baca Juga:
GIIAS Semarang 2026 Hadirkan 19 Merek, Catat Potensi Pasar Otomotif Jawa Tengah
Untuk pengisian daya, baterai dapat menerima DC charging dengan daya maksimal 150 kW. Pengisian dari kondisi yang ditentukan hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 28 menit. Sementara itu, pengisian menggunakan AC 22 kW membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam.
Kemampuan Off-Road Toyota bZ4X Touring Mengadopsi Land Cruiser
Sebagai kendaraan listrik yang ditujukan untuk aktivitas petualangan, bZ4X Touring juga dibekali Offroad Capability Drive Mode. Sistem ini mengadaptasi prinsip kerja Multi Terrain Select yang digunakan pada Land Cruiser.
Terdapat dua pilihan mode yang dapat digunakan sesuai kondisi medan. Mode SNOW/DIRT dirancang untuk membantu menjaga traksi dan stabilitas kendaraan di jalan licin atau permukaan tidak rata. Sementara itu, DEEP SNOW/MUD memungkinkan ban sedikit mengalami selip agar kendaraan tetap dapat bergerak di permukaan lunak.
Selain mode berkendara tersebut, bZ4X Touring dilengkapi Grip Control. Fitur ini membantu mengatur akselerasi dan pengereman pada setiap roda sehingga pengemudi dapat lebih fokus mengendalikan kendaraan.
Grip Control menyediakan pilihan kecepatan 2, 4, 6, 8, dan 10 km/jam. Teknologi tersebut diadaptasi dari fitur CRAWL pada Land Cruiser.
Menjajal Kemampuan Toyota bZ4X Touring
Kemampuan Toyota bZ4X Touring diuji melalui sesi light off-road di Sirkuit Goro Assalam, Solo, Selasa (15/9/2026). Pengujian memberikan pengalaman berbeda karena mobil listrik ini tidak menghasilkan suara mesin bensin atau diesel, melainkan suara motor listrik yang relatif minim.
Baca Juga:
GR Yaris Diuji di Lintasan Rally, Ini Perubahan dan Spesifikasinya
Postur kendaraan yang besar dan ground clearance 216 mm memberikan ruang yang cukup ketika melewati permukaan pasir. Sistem AWD juga membantu menjaga kemampuan mobil untuk terus bergerak ketika salah satu roda kehilangan traksi.
Offroad Capability Drive Mode turut dapat dieksplorasi selama pengujian. Ketika kendaraan mulai terbenam di permukaan, mode DEEP SNOW/MUD dapat digunakan untuk membantu ban mencari traksi. Setelah melewati permukaan tersebut, mode SNOW/DIRT dapat dipilih untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan di medan yang tidak rata.
Saat menghadapi tanjakan maupun turunan, Grip Control membantu menjaga kecepatan kendaraan sesuai pengaturan. Fitur tersebut memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk lebih fokus mengendalikan arah kendaraan ketika melintasi medan yang menantang.
bZ4X Touring juga dilengkapi Downhill Assist Control (DAC) untuk membantu mengendalikan kecepatan saat melewati turunan. Kombinasi berbagai fitur tersebut memberikan dukungan bagi pengemudi selama sesi pengujian di medan off-road.
Di luar kemampuan off-road, desain dengan karakter SUV memberikan ruang kabin yang cukup bagi penumpang belakang sekaligus ruang bagasi untuk membawa barang. Dengan jarak tempuh sekitar 487 km, Toyota bZ4X Touring menawarkan fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan harian maupun eksplorasi dengan karakter kendaraan listrik.
Solo: Toyota memperkaya pilihan kendaraan elektrifikasi melalui
Toyota bZ4X Touring Battery EV. Mobil listrik ini menggabungkan desain touring bergaya estate dengan karakter SUV serta sistem penggerak
All Wheel Drive (AWD) yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan.
Secara dimensi, bZ4X Touring memiliki panjang 4.830 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.675 mm. Mobil ini juga memiliki overhang belakang 140 mm lebih panjang dibandingkan versi standar. Ground clearance setinggi 216 mm turut mendukung kemampuan mobil ketika melewati medan yang tidak rata.
Sistem AWD pada bZ4X Touring bekerja dengan mengandalkan dua motor listrik yang masing-masing ditempatkan pada as roda depan dan belakang. Sistem yang disebut eAxle tersebut menghasilkan tenaga 167 kW dan torsi 268,6 Nm dari masing-masing motor listrik, dengan total tenaga sistem mencapai 280 kW.
Untuk mendukung kemampuan melibas medan menantang, bZ4X Touring memiliki angle of approach 17,3 derajat dan angle of departure 21,1 derajat. Kedua parameter tersebut membantu mobil melewati berbagai obstacle tanpa mudah menyentuh bagian bawah kendaraan.
Jarak Tempuh dan Pengisian Daya
bZ4X Touring menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 74,69 kWh. Berdasarkan spesifikasi yang diberikan, mobil listrik ini memiliki jarak tempuh sekitar 487 km dalam kondisi baterai penuh, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Untuk pengisian daya, baterai dapat menerima DC charging dengan daya maksimal 150 kW. Pengisian dari kondisi yang ditentukan hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 28 menit. Sementara itu, pengisian menggunakan AC 22 kW membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam.
Kemampuan Off-Road Toyota bZ4X Touring Mengadopsi Land Cruiser
Sebagai kendaraan listrik yang ditujukan untuk aktivitas petualangan, bZ4X Touring juga dibekali Offroad Capability Drive Mode. Sistem ini mengadaptasi prinsip kerja Multi Terrain Select yang digunakan pada Land Cruiser.
Terdapat dua pilihan mode yang dapat digunakan sesuai kondisi medan. Mode SNOW/DIRT dirancang untuk membantu menjaga traksi dan stabilitas kendaraan di jalan licin atau permukaan tidak rata. Sementara itu, DEEP SNOW/MUD memungkinkan ban sedikit mengalami selip agar kendaraan tetap dapat bergerak di permukaan lunak.
Selain mode berkendara tersebut, bZ4X Touring dilengkapi Grip Control. Fitur ini membantu mengatur akselerasi dan pengereman pada setiap roda sehingga pengemudi dapat lebih fokus mengendalikan kendaraan.
Grip Control menyediakan pilihan kecepatan 2, 4, 6, 8, dan 10 km/jam. Teknologi tersebut diadaptasi dari fitur CRAWL pada Land Cruiser.
Menjajal Kemampuan Toyota bZ4X Touring
Kemampuan Toyota bZ4X Touring diuji melalui sesi light off-road di Sirkuit Goro Assalam, Solo, Selasa (15/9/2026). Pengujian memberikan pengalaman berbeda karena mobil listrik ini tidak menghasilkan suara mesin bensin atau diesel, melainkan suara motor listrik yang relatif minim.
Postur kendaraan yang besar dan ground clearance 216 mm memberikan ruang yang cukup ketika melewati permukaan pasir. Sistem AWD juga membantu menjaga kemampuan mobil untuk terus bergerak ketika salah satu roda kehilangan traksi.
Offroad Capability Drive Mode turut dapat dieksplorasi selama pengujian. Ketika kendaraan mulai terbenam di permukaan, mode DEEP SNOW/MUD dapat digunakan untuk membantu ban mencari traksi. Setelah melewati permukaan tersebut, mode SNOW/DIRT dapat dipilih untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan di medan yang tidak rata.
Saat menghadapi tanjakan maupun turunan, Grip Control membantu menjaga kecepatan kendaraan sesuai pengaturan. Fitur tersebut memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk lebih fokus mengendalikan arah kendaraan ketika melintasi medan yang menantang.
bZ4X Touring juga dilengkapi Downhill Assist Control (DAC) untuk membantu mengendalikan kecepatan saat melewati turunan. Kombinasi berbagai fitur tersebut memberikan dukungan bagi pengemudi selama sesi pengujian di medan off-road.
Di luar kemampuan off-road, desain dengan karakter SUV memberikan ruang kabin yang cukup bagi penumpang belakang sekaligus ruang bagasi untuk membawa barang. Dengan jarak tempuh sekitar 487 km, Toyota bZ4X Touring menawarkan fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan harian maupun eksplorasi dengan karakter kendaraan listrik.
(UDA)