Tentunya kali ini Medcom.id menjajalnya tanpa menyalakan fitur pendingin kabin atau AC mobil. Dengan menempuh perjalanan sejauh 150 km, mobil tersebut hanya mengisi bensin dengan biaya sebesar Rp2.400. Sementara baterai masih tersisa 30 persen.
Artinya efek efisiensi penggunaan bahan bakar sangat terasa di sini. Dengan kecepatan maksimal 70 km per jam, dan rata-rata 40 km per jam dengan kombinasi jalan tol, macet dan kepadatan di wilayah perkotaan, mobil ini pun terasa sangat efisien dalam menggunakan bahan bakar.
Bukan hanya itu, terdapat beberapa kelebihan yang juga jadi point utama. Di antaranya adalah di mobil ini tetap menawarkan performa ala mobil mobil listrik seperti akselerasi instan ala EV. Kabin kedapnya juga tetap terjaga bahkan segala kelebihan EV tergambarkan sepenuhnya di mobil ini.
Baca Juga:
Yamaha Riset Motor Listrik Swap Battery
1. Akselerasi Instan dan Performa Tinggi
Dilengkapi mesin 1.5L efisien dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm, serta motor EHS 5.0 dengan 15.000 rpm dan kepadatan daya lebih tinggi. Memberikan response instan tanpa jeda. Relevansi dengan kebutuhan mobilitas Indonesia.Perpindahan jalur yang cepat saat jam sibuk di mobilitas ibu kota, manuver menyalip yang aman di jalan tol, hingga kemampuan menanjak di medan dengan kontur jalan yang beragam. Tanpa jeda atau hentakan perpindahan gigi seperti kendaraan berbahan bakar konvensional. Akselerasi instan ini menghadirkan kombinasi antara keseruan berkendara dan keamanan untuk perjalanan keluarga.
2. Lebih Halus & Optimal di Kondisi Suhu Tinggi
Perpindahan tiga mode utama (EV / series / parallel) berlangsung mulus tanpa hentakan; sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 dengan peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146%; sistem manajemen termal mampu menghemat energi hingga 10% dalam kondisi suhu tinggi di Indonesia.Dibekali dengan Blade Battery memiliki ketahanan siklus tinggi pada suhu ekstrem. Baterai ini telah melalui uji ketahanan hingga jutaan kilometer untuk memastikan stabilitas jangka panjang dalam pengoperasian kombinasi bahan bakar dan listrik.
Baca Juga:
GWM Ora 5, Pantaskah Menantang BYD Atto 3?
Relevansi dengan kebutuhan mobilitas indonesia juga sangat terasa. Teknologi yang terintegrasi menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari, termasuk saat menghadapi lalu lintas padat di area perkotaan. Sistem ini juga dirancang untuk tetap memberikan performa tetap stabil pada suhu ekstrem.
Teknologi ini mampu beradaptasi dengan kondisi jalan dengan tingkat kelembaban tinggi, jalur dengan elevasi beragam, serta penggunaan harian dengan frekuensi tinggi. Andal untuk kendaraan keluarga, layanan ride-hailing, maupun penggunaan komersial dalam jangka panjang.
3. Kabin Senyap untuk Perjalanan Keluarga
Pengoperasian senyap berbasis listrik pada kecepatan rendah, dengan intervensi mesin yang sangat minim. Sistem bearing dengan gesekan rendah untuk mengurangi kebisingan transmisi; optimasi getaran mesin untuk performa NVH yang sangat baik. Bahkan mode idle elektrik dengan nol suara dan nol getaran.Minimnya suara dan getaran selama perjalanan turut menghadirkan suasana kabin yang lebih tenang dan nyaman, mendukung kualitas interaksi maupun waktu beristirahat di dalam kendaraan. Karakter berkendara yang lebih halus juga memberikan kenyamanan yang dapat dinikmati oleh berbagai profil pengguna, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Baca Juga:
Motor Hilang? Begini Cara Cek Motor yang Ditemukan Polisi
4. Konsumsi Energi Rendah
Dari hasil pengujian internal BYD dengan semua fitur difungsikan, mereka mengklaim konsumsi bahan bakar mencapai 65 km/liter, jarak tempuh total lebih dari 1.800 km. Efisiensi termal mesin mencapai 46% yang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.Biaya listrik yang rendah untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan, serta kemampuan menempuh perjalanan antarkota hingga ribuan kilometer tanpa sering mengisi bahan bakar. Biaya bahan bakar tahunan dapat berkurang lebih dari setengah dibandingkan kendaraan konvensional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News