Roma: Ferrari resmi memperkenalkan Ferrari Luce di Vela di Calatrava – Città dello Sport, Roma, Italia. Peluncuran ini menjadi tonggak baru bagi pabrikan asal Maranello tersebut karena Luce merupakan mobil listrik pertama yang diproduksi massal.
Ferrari menjelaskan Luce merupakan bagian dari strategi multi-energi yang diumumkan sejak Capital Markets Day 2022. Mereka menegaskan elektrifikasi bukan pengganti mesin konvensional, melainkan salah satu cara memperluas pengembangan arsitektur kendaraan, performa, desain, dan pengalaman berkendara.
Luce dibangun menggunakan platform khusus dengan berbagai teknologi baru yang dikembangkan langsung di Maranello, Italia. Seluruh komponen utama seperti motor listrik hingga baterai dirancang dan diproduksi secara internal.
Nama “Luce” memiliki arti cahaya atau arah, yang mencerminkan visi menuju masa depan. Ferrari menyebut Luce bukan sekadar 'Ferrari listrik', melainkan sebuah mobil baru dengan karakter khas yang tetap mengedepankan performa dan keterlibatan pengemudi.
Baca Juga: Ini Spesifikasi Mesin Mobil yang Bisa 'Meminum' Pertalite
Dari sisi desain, Ferrari menggandeng LoveFrom, studio desain yang dipimpin Sir Jony Ive dan Marc Newson. Kolaborasi tersebut menghadirkan bahasa desain baru yang berbeda dari model Ferrari sebelumnya.
Luce hadir dengan konfigurasi empat pintu dan lima penumpang, menjadi yang pertama dalam sejarah Ferrari. Mobil ini memiliki desain kabin luas dengan pendekatan minimalis serta penggunaan material premium seperti aluminium anodized daur ulang, Corning Gorilla Glass, dan kulit berkualitas tinggi.
Tampilan eksterior Luce juga tampil futuristis dengan desain glass house besar yang menyatu hingga ke bagian bawah bodi. Para insinyur turut menyematkan pelek berukuran besar, yakni 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, terbesar yang pernah digunakan pada mobil produksi massal Ferrari.
Masuk ke sektor performa, Luce dibekali empat motor listrik yang masing-masing ditempatkan di setiap roda. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 1.050 cv atau sekitar 1.035 dk.
Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Honda Super-One, Kapan Masuk Indonesia?
Mobil listrik ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 2,5 detik dan 0-200 km/jam hanya 6,8 detik. Kecepatan maksimalnya diklaim melebihi 310 km/jam.
Rival abadai Lamborghini ini juga membekali Luce dengan baterai berkapasitas 122 kWh yang mendukung sistem kelistrikan 800 volt. Mobil ini diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 530 kilometer dan mendukung pengisian cepat hingga 350 kW.
Salah satu teknologi utama Luce adalah sistem pengendalian independen pada setiap roda. Setiap roda memiliki aktuator tersendiri untuk traksi, regenerasi energi, sudut kemudi, hingga kontrol vertikal suspensi. Para insinyur menyebut teknologi tersebut memungkinkan distribusi torsi dilakukan secara real-time untuk menghasilkan pengendalian lebih presisi dan responsif dalam berbagai kondisi jalan.
Luce juga menjadi Ferrari pertama dengan sistem penggerak semua roda elektrik (electric all-wheel drive). Sistem torque vectoring diklaim mampu meningkatkan stabilitas sekaligus menjaga karakter sporty khas Ferrari.
Menariknya, perusahaan menghadirkan pendekatan baru terkait suara kendaraan listrik. Luce menggunakan sistem suara autentik berbasis getaran mekanis dari komponen kendaraan yang dikembangkan secara internal dan telah dipatenkan.
Sistem audio premium dengan 21 speaker dan amplifier 3.000 watt turut disematkan untuk meningkatkan pengalaman berkendara. Ferrari juga mengklaim Luce menjadi Ferrari paling nyaman berkat riset noise, vibration, and harshness (NVH) terbaru.
Dari sisi aerodinamika, Luce diklaim memiliki koefisien hambatan udara paling rendah dalam sejarah mobil jalan raya Ferrari. Mobil ini menggunakan active aerodynamic grilles dan sistem active ride height yang dapat menurunkan bagian depan mobil 10 mm saat melaju cepat.
Ferrari juga mengembangkan sistem Vehicle Control Unit (VCU) baru yang mampu mengatur powertrain dan dinamika kendaraan hingga 200 kali per detik. Sistem tersebut bekerja bersama Side Slip Control X untuk menjaga performa dan efisiensi kendaraan.
Baterai Luce juga menjadi bagian struktural kendaraan yang membantu meningkatkan rigiditas bodi. pabrikan mengklaim peningkatan kekakuan bending lebih dari 25 persen dan torsional hingga 35 persen dibanding model empat pintu sebelumnya.
Selain performa, Ferrari turut menyoroti aspek keberlanjutan melalui penggunaan aluminium daur ulang yang diklaim mampu mengurangi emisi CO2e selama proses produksi hingga sekitar 70 persen dari total bobot kendaraan.
Roma: Ferrari resmi memperkenalkan Ferrari Luce di Vela di Calatrava – Città dello Sport, Roma, Italia. Peluncuran ini menjadi tonggak baru bagi pabrikan asal Maranello tersebut karena Luce merupakan
mobil listrik pertama yang diproduksi massal.
Ferrari menjelaskan Luce merupakan bagian dari strategi multi-energi yang diumumkan sejak Capital Markets Day 2022. Mereka menegaskan elektrifikasi bukan pengganti mesin konvensional, melainkan salah satu cara memperluas pengembangan arsitektur kendaraan, performa, desain, dan pengalaman berkendara.
Luce dibangun menggunakan platform khusus dengan berbagai teknologi baru yang dikembangkan langsung di Maranello, Italia. Seluruh komponen utama seperti motor listrik hingga baterai dirancang dan diproduksi secara internal.
Nama “Luce” memiliki arti cahaya atau arah, yang mencerminkan visi menuju masa depan. Ferrari menyebut Luce bukan sekadar 'Ferrari listrik', melainkan sebuah mobil baru dengan karakter khas yang tetap mengedepankan performa dan keterlibatan pengemudi.
Baca Juga:
Ini Spesifikasi Mesin Mobil yang Bisa 'Meminum' Pertalite
Dari sisi desain, Ferrari menggandeng LoveFrom, studio desain yang dipimpin Sir Jony Ive dan Marc Newson. Kolaborasi tersebut menghadirkan bahasa desain baru yang berbeda dari model Ferrari sebelumnya.
Luce hadir dengan konfigurasi empat pintu dan lima penumpang, menjadi yang pertama dalam sejarah Ferrari. Mobil ini memiliki desain kabin luas dengan pendekatan minimalis serta penggunaan material premium seperti aluminium anodized daur ulang, Corning Gorilla Glass, dan kulit berkualitas tinggi.
Tampilan eksterior Luce juga tampil futuristis dengan desain glass house besar yang menyatu hingga ke bagian bawah bodi. Para insinyur turut menyematkan pelek berukuran besar, yakni 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, terbesar yang pernah digunakan pada mobil produksi massal Ferrari.
Masuk ke sektor performa, Luce dibekali empat motor listrik yang masing-masing ditempatkan di setiap roda. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 1.050 cv atau sekitar 1.035 dk.
Baca Juga:
Spesifikasi Lengkap Honda Super-One, Kapan Masuk Indonesia?
Mobil listrik ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 2,5 detik dan 0-200 km/jam hanya 6,8 detik. Kecepatan maksimalnya diklaim melebihi 310 km/jam.
Rival abadai Lamborghini ini juga membekali Luce dengan baterai berkapasitas 122 kWh yang mendukung sistem kelistrikan 800 volt. Mobil ini diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 530 kilometer dan mendukung pengisian cepat hingga 350 kW.
Salah satu teknologi utama Luce adalah sistem pengendalian independen pada setiap roda. Setiap roda memiliki aktuator tersendiri untuk traksi, regenerasi energi, sudut kemudi, hingga kontrol vertikal suspensi. Para insinyur menyebut teknologi tersebut memungkinkan distribusi torsi dilakukan secara real-time untuk menghasilkan pengendalian lebih presisi dan responsif dalam berbagai kondisi jalan.
Luce juga menjadi Ferrari pertama dengan sistem penggerak semua roda elektrik (electric all-wheel drive). Sistem torque vectoring diklaim mampu meningkatkan stabilitas sekaligus menjaga karakter sporty khas Ferrari.
Menariknya, perusahaan menghadirkan pendekatan baru terkait suara kendaraan listrik. Luce menggunakan sistem suara autentik berbasis getaran mekanis dari komponen kendaraan yang dikembangkan secara internal dan telah dipatenkan.
Sistem audio premium dengan 21 speaker dan amplifier 3.000 watt turut disematkan untuk meningkatkan pengalaman berkendara. Ferrari juga mengklaim Luce menjadi Ferrari paling nyaman berkat riset noise, vibration, and harshness (NVH) terbaru.
Dari sisi aerodinamika, Luce diklaim memiliki koefisien hambatan udara paling rendah dalam sejarah mobil jalan raya Ferrari. Mobil ini menggunakan active aerodynamic grilles dan sistem active ride height yang dapat menurunkan bagian depan mobil 10 mm saat melaju cepat.
Ferrari juga mengembangkan sistem Vehicle Control Unit (VCU) baru yang mampu mengatur powertrain dan dinamika kendaraan hingga 200 kali per detik. Sistem tersebut bekerja bersama Side Slip Control X untuk menjaga performa dan efisiensi kendaraan.
Baterai Luce juga menjadi bagian struktural kendaraan yang membantu meningkatkan rigiditas bodi. pabrikan mengklaim peningkatan kekakuan bending lebih dari 25 persen dan torsional hingga 35 persen dibanding model empat pintu sebelumnya.
Selain performa, Ferrari turut menyoroti aspek keberlanjutan melalui penggunaan aluminium daur ulang yang diklaim mampu mengurangi emisi CO2e selama proses produksi hingga sekitar 70 persen dari total bobot kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)