DKI Jakarta: Penggunaan bahan bakar, khususnya bensin Pertalite, tidak bisa dilakukan sembarangan. Sejatinya, bensin jenis Pertalite dikhususkan untuk spesifikasi mesin tertentu.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan pentingnya memilih bahan bakar minyak (BBM) sesuai spesifikasi teknis mesin kendaraan. Ia mengingatkan penggunaan BBM dengan angka oktan (RON) yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menurunkan performa kendaraan hingga merusak komponen mesin.
“Setiap mesin memiliki karakteristik teknis tersendiri, terutama rasio kompresi, yang menentukan kebutuhan BBM-nya. Mesin modern dengan kompresi tinggi secara teknis membutuhkan BBM beroktan tinggi agar tahan terhadap pembakaran dini akibat tekanan kuat," ujar Yannes saat dihubungi ANTARA.
Baca Juga: Segini Harga Mobil Bekas Daihatsu Terios 2018
Dikutip laman Pertamina, Pertalite memiliki RON 90. Spesifikasi ini cocok digunakan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 sampai dengan 10:1.
Bahan bakar dengan warna hijau cerah dan bening ini diklaim punya kadar sulfur kurang dari 500 ppm dan diklaim kompatibel dengan sebagian besar mesin kendaraan di Indonesia.
Sebagai contoh, berdasarkan buku manual kendaraan, Toyota Avanza bisa menggunakan Pertalite. Baik versi 1.300 cc atau 1.500 cc dapat memakai bensin RON 90 atau lebih tinggi.
Ada juga Mitsubishi Xpander yang direkomendasi 'meminum' BBM Pertalite. Selain itu, Pabrikan berlogo tiga berlian tersebut juga merekomendasikan Xpander Cross diisi menggunakan BBM serupa.
DKI Jakarta: Penggunaan bahan bakar, khususnya bensin
Pertalite, tidak bisa dilakukan sembarangan. Sejatinya,
bensin jenis Pertalite dikhususkan untuk spesifikasi mesin tertentu.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan pentingnya memilih bahan bakar minyak (BBM) sesuai spesifikasi teknis mesin kendaraan. Ia mengingatkan penggunaan BBM dengan angka oktan (RON) yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menurunkan performa kendaraan hingga merusak komponen mesin.
“Setiap mesin memiliki karakteristik teknis tersendiri, terutama rasio kompresi, yang menentukan kebutuhan BBM-nya. Mesin modern dengan kompresi tinggi secara teknis membutuhkan BBM beroktan tinggi agar tahan terhadap pembakaran dini akibat tekanan kuat," ujar Yannes saat dihubungi ANTARA.
Baca Juga:
Segini Harga Mobil Bekas Daihatsu Terios 2018
Dikutip laman Pertamina, Pertalite memiliki RON 90. Spesifikasi ini cocok digunakan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 sampai dengan 10:1.
Bahan bakar dengan warna hijau cerah dan bening ini diklaim punya kadar sulfur kurang dari 500 ppm dan diklaim kompatibel dengan sebagian besar mesin kendaraan di Indonesia.
Sebagai contoh, berdasarkan buku manual kendaraan, Toyota Avanza bisa menggunakan Pertalite. Baik versi 1.300 cc atau 1.500 cc dapat memakai bensin RON 90 atau lebih tinggi.
Ada juga Mitsubishi Xpander yang direkomendasi 'meminum' BBM Pertalite. Selain itu, Pabrikan berlogo tiga berlian tersebut juga merekomendasikan Xpander Cross diisi menggunakan BBM serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)