Toyota Veloz Hybrid. Medcom.id/Ekawan Raharja
Toyota Veloz Hybrid. Medcom.id/Ekawan Raharja

8 Penyebab Mobil Boros BBM, Gaya Berkendara Jadi Sorotan

Ekawan Raharja • 22 Mei 2026 07:48
Ringkasnya gini..
  • Auto2000 mengungkap delapan faktor yang membuat konsumsi BBM mobil menjadi lebih boros di penggunaan harian.
  • Tekanan ban, overload, gaya berkendara agresif, hingga modifikasi mobil memengaruhi efisiensi bahan bakar.
  • Auto2000 juga menyarankan servis berkala dan penggunaan mode ECO untuk menjaga konsumsi BBM tetap hemat.
DKI Jakarta: Auto2000 mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan konsumsi bahan bakar mobil menjadi lebih boros. Tidak hanya dipengaruhi teknologi mesin, efisiensi BBM juga ditentukan gaya berkendara hingga kondisi kendaraan.
 
“Pemilik mobil harus pintar mengelola penggunaan bensin agar lebih efisien daam penggunaannya. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat,” jelas Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.
 
Berikut delapan penyebab konsumsi BBM mobil menjadi lebih boros menurut Toyota dan Auto2000:

1. Tekanan Ban Kurang

Tekanan ban yang tidak sesuai rekomendasi membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak. Kondisi ini semakin terasa saat mobil digunakan di jalan macet dengan pola stop and go. Karena itu, tekanan ban disarankan rutin diperiksa agar konsumsi bahan bakar tetap optimal.

Baca Juga:
Tingginya Populasi Kendaraan Dorong Permintaan Suku Cadang Asli

2. Mobil Overload

Muatan berlebih membuat mesin bekerja lebih keras sehingga konsumsi BBM meningkat. Selain memengaruhi efisiensi, membawa beban melampaui kapasitas kendaraan juga berdampak pada keselamatan berkendara.

3. Mengemudi Secara Agresif

Gaya berkendara agresif menjadi salah satu penyebab utama mobil lebih boros bensin. Kebiasaan akselerasi mendadak atau menjaga putaran mesin tinggi membuat suplai bahan bakar ke ruang bakar meningkat. Komputer mesin dapat membaca pola berkendara tersebut sebagai karakter penggunaan normal sehingga konsumsi BBM menjadi lebih tinggi.

4. Melakukan Modifikasi Mobil

Penggunaan pelek lebih besar, ban lebih lebar, hingga tambahan spoiler membuat kerja mesin semakin berat. Tidak hanya itu modifikasi mesin agar lebih responsif serta penambahan aksesori elektronik tambahan juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar karena mesin membutuhkan tenaga ekstra.

5. Menggunakan BBM Tidak Sesuai Rekomendasi

Auto2000 mengingatkan pentingnya menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin kendaraan. Penggunaan BBM yang tidak sesuai dapat memicu knocking dan membuat pengemudi harus menekan pedal gas lebih dalam. Akibatnya, konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Baca Juga:
Saatnya Nyobain Ragam Mobil Dual Mode di BYD Tech Culture Fest

6. Terlambat Ganti Oli Mesin

Oli mesin yang sudah menurun kualitasnya membuat proses pelumasan tidak optimal. Kondisi ini menyebabkan gesekan antar komponen mesin meningkat sehingga kerja mesin menjadi lebih berat. Selain memengaruhi efisiensi BBM, keterlambatan mengganti oli juga dapat mempercepat kerusakan komponen mesin.

7. Tidak Menggunakan Mode Berkendara ECO

Beberapa mobil modern telah dilengkapi mode berkendara ECO untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar. Meski respons akselerasi menjadi lebih halus, mode ini dinilai masih cukup memadai untuk penggunaan harian di area perkotaan.

8. Malas Servis Berkala

Servis berkala di bengkel resmi menjadi faktor penting menjaga performa kendaraan tetap optimal. Melalui servis rutin, teknisi dapat memastikan kondisi mesin, filter, hingga komponen kaki-kaki tetap prima sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan kendaraan tetap nyaman digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan