Beijing: Pasar otomotif China kembali mencatat tonggak sejarah baru pada April 2026. Untuk pertama kalinya, tingkat penetrasi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di pasar retail penumpang menembus angka 60%. Data terbaru dari Dongchedi dan China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan dominasi kendaraan listrik dan plug-in hybrid semakin sulit dibendung.
Menariknya dari daftar 10 mobil penumpang terlaris di China selama April 2026, hanya ada satu model bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) yang masih bertahan. Model tersebut adalah Geely Coolray atau Geely Binyue di pasar domestik China, dikutip dari Carnewschina.
Berdasarkan data retail sales April 2026, Geely Xingyuan atau yang dikenal sebagai Geely Galaxy EX2 menjadi model terlaris dengan penjualan 34.727 unit. Angka tersebut sekitar 2,3 kali lebih tinggi dibandingkan penjualan Geely Coolray yang berada di posisi kedelapan dengan 14.923 unit.
Di posisi kedua terdapat Xiaomi SU7 dengan penjualan 26.826 unit, diikuti Tesla Model Y sebanyak 22.990 unit. Sementara Li Auto i6 mencatat penjualan 21.024 unit dan Changan Qiyuan Q05 membukukan 15.814 unit.
Baca Juga: Panduan Lengkap Ganjil Genap Di Jakarta Hari ini Senin (18-5-2026)
Berikut daftar 10 mobil penumpang terlaris di China pada April 2026:
Geely Xingyuan (Geely Galaxy EX2): 34.727 unit
Xiaomi SU7: 26.826 unit
Tesla Model Y: 22.990 unit
Li Auto i6: 21.024 unit
Changan Qiyuan (Nevo) Q05: 15.814 unit
BYD Sealion 06 EV: 15.659 unit
BYD Yuan Up: 15.658 unit
Geely Coolray (ICE): 14.923 unit
Leapmotor A10: 14.372 unit
BYD Dolphin: 14.218 unit
Dominasi kendaraan listrik di China berkembang sangat cepat. Pada Maret 2026, mobil ICE masih mengisi lima posisi di daftar 10 besar. Bahkan pada Januari 2026, mobil konvensional masih mendominasi tujuh posisi.
CPCA mencatat total penjualan retail mobil penumpang di China selama April 2026 mencapai 1,384 juta unit atau turun 21,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Meski begitu, penjualan NEV masih mencapai 849 ribu unit atau turun 6,8 persen YoY.
Sebaliknya, segmen mobil berbahan bakar bensin mengalami penurunan tajam. Penjualan mobil ICE hanya tersisa 530 ribu unit, anjlok 37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan turun 33 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, tingkat penetrasi NEV di pasar retail China kini mencapai 61,4 persen, naik 9,7 poin persentase dibandingkan April tahun lalu.
Baca Juga: Efektivitas Teknologi Common Rail Biar Mesin Diesel Irit Bahan Bakar
Analis yang dikutip media Jiemian menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak dan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik menjadi faktor utama perubahan perilaku pasar otomotif China.
Transformasi menuju kendaraan listrik paling terasa pada produsen otomotif domestik China. Tingkat penetrasi NEV merek China sudah mencapai 80,1 persen.
Sementara itu, merek kendaraan premium mencatat penetrasi NEV sebesar 26,1 persen. Adapun pabrikan joint venture mainstream baru mencapai 14,1 persen.
Dari sisi produsen, BYD masih menjadi pemimpin pasar NEV di China dengan total penjualan retail mencapai 182.025 unit sepanjang April 2026.
Geely berada di posisi kedua dengan penjualan 95.585 unit, diikuti Changan sebanyak 64.471 unit. Leapmotor mencatat 57.162 unit dan Xiaomi menembus 36.702 unit.
Berikut daftar produsen dengan penjualan NEV terbesar di China pada April 2026:
BYD: 182.025 unit
Geely: 95.585 unit
Changan: 64.471 unit
Leapmotor: 57.162 unit
Xiaomi: 36.702 unit
Chery: 34.768 unit
Li Auto: 34.085 unit
Nio: 29.312 unit
Beijing: Pasar otomotif
China kembali mencatat tonggak sejarah baru pada April 2026. Untuk pertama kalinya, tingkat penetrasi kendaraan energi baru atau
New Energy Vehicle (NEV) di pasar retail penumpang menembus angka 60%. Data terbaru dari Dongchedi dan China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan dominasi kendaraan listrik dan plug-in hybrid semakin sulit dibendung.
Menariknya dari daftar 10 mobil penumpang terlaris di China selama April 2026, hanya ada satu model bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) yang masih bertahan. Model tersebut adalah Geely Coolray atau Geely Binyue di pasar domestik China, dikutip dari Carnewschina.
Berdasarkan data retail sales April 2026, Geely Xingyuan atau yang dikenal sebagai Geely Galaxy EX2 menjadi model terlaris dengan penjualan 34.727 unit. Angka tersebut sekitar 2,3 kali lebih tinggi dibandingkan penjualan Geely Coolray yang berada di posisi kedelapan dengan 14.923 unit.
Di posisi kedua terdapat Xiaomi SU7 dengan penjualan 26.826 unit, diikuti Tesla Model Y sebanyak 22.990 unit. Sementara Li Auto i6 mencatat penjualan 21.024 unit dan Changan Qiyuan Q05 membukukan 15.814 unit.
Baca Juga:
Panduan Lengkap Ganjil Genap Di Jakarta Hari ini Senin (18-5-2026)
Berikut daftar 10 mobil penumpang terlaris di China pada April 2026:
- Geely Xingyuan (Geely Galaxy EX2): 34.727 unit
- Xiaomi SU7: 26.826 unit
- Tesla Model Y: 22.990 unit
- Li Auto i6: 21.024 unit
- Changan Qiyuan (Nevo) Q05: 15.814 unit
- BYD Sealion 06 EV: 15.659 unit
- BYD Yuan Up: 15.658 unit
- Geely Coolray (ICE): 14.923 unit
- Leapmotor A10: 14.372 unit
- BYD Dolphin: 14.218 unit
Dominasi kendaraan listrik di China berkembang sangat cepat. Pada Maret 2026, mobil ICE masih mengisi lima posisi di daftar 10 besar. Bahkan pada Januari 2026, mobil konvensional masih mendominasi tujuh posisi.
CPCA mencatat total penjualan retail mobil penumpang di China selama April 2026 mencapai 1,384 juta unit atau turun 21,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Meski begitu, penjualan NEV masih mencapai 849 ribu unit atau turun 6,8 persen YoY.
Sebaliknya, segmen mobil berbahan bakar bensin mengalami penurunan tajam. Penjualan mobil ICE hanya tersisa 530 ribu unit, anjlok 37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan turun 33 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, tingkat penetrasi NEV di pasar retail China kini mencapai 61,4 persen, naik 9,7 poin persentase dibandingkan April tahun lalu.
Baca Juga:
Efektivitas Teknologi Common Rail Biar Mesin Diesel Irit Bahan Bakar
Analis yang dikutip media Jiemian menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak dan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik menjadi faktor utama perubahan perilaku pasar otomotif China.
Transformasi menuju kendaraan listrik paling terasa pada produsen otomotif domestik China. Tingkat penetrasi NEV merek China sudah mencapai 80,1 persen.
Sementara itu, merek kendaraan premium mencatat penetrasi NEV sebesar 26,1 persen. Adapun pabrikan joint venture mainstream baru mencapai 14,1 persen.
Dari sisi produsen, BYD masih menjadi pemimpin pasar NEV di China dengan total penjualan retail mencapai 182.025 unit sepanjang April 2026.
Geely berada di posisi kedua dengan penjualan 95.585 unit, diikuti Changan sebanyak 64.471 unit. Leapmotor mencatat 57.162 unit dan Xiaomi menembus 36.702 unit.
Berikut daftar produsen dengan penjualan NEV terbesar di China pada April 2026:
- BYD: 182.025 unit
- Geely: 95.585 unit
- Changan: 64.471 unit
- Leapmotor: 57.162 unit
- Xiaomi: 36.702 unit
- Chery: 34.768 unit
- Li Auto: 34.085 unit
- Nio: 29.312 unit
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)