Magelang: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan tingginya konsumsi energi nasional, terutama yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, mendorong pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Ia menjelaskan upaya percepatan itu dilakukan melalui penguatan industri kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif guna memperluas adopsi kendaraan listrik secara terintegrasi. Bahlil mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi agar implementasinya dapat berjalan lebih luas dan efektif di lapangan.
"Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi," kata Bahlil dikutip dari Antara.
Ia menambahkan pemerintah tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Honda Waspadai 'Badai' Krisis Plastik
"Yang penting implementasinya bisa jalan di lapangan. Kita dorong terus supaya realisasinya sesuai target," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi negara yang ingin benar-benar merdeka. Menurutnya, transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategis yang tidak dapat ditunda.
"Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan energi menjadi sektor yang sangat strategis bagi keberlangsungan sebuah negara, selain pangan. Karena itu, Indonesia harus mampu mandiri agar tetap kuat dan berdaulat di tengah dinamika global.
Magelang: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (
ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan tingginya konsumsi energi nasional, terutama yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, mendorong pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem
kendaraan listrik nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Ia menjelaskan upaya percepatan itu dilakukan melalui penguatan industri kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif guna memperluas adopsi kendaraan listrik secara terintegrasi. Bahlil mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi agar implementasinya dapat berjalan lebih luas dan efektif di lapangan.
"Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi," kata Bahlil dikutip dari Antara.
Ia menambahkan pemerintah tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.
Baca Juga: H
onda Waspadai 'Badai' Krisis Plastik
"Yang penting implementasinya bisa jalan di lapangan. Kita dorong terus supaya realisasinya sesuai target," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi negara yang ingin benar-benar merdeka. Menurutnya, transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategis yang tidak dapat ditunda.
"Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan energi menjadi sektor yang sangat strategis bagi keberlangsungan sebuah negara, selain pangan. Karena itu, Indonesia harus mampu mandiri agar tetap kuat dan berdaulat di tengah dinamika global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)