DKI Jakarta: Kondisi geopolitik yang panas di area Timur Tengah dan perekonomian yang tidak stabil bersiap menjadi bom waktu, salah satunya adalah isu krisis biji plastik. Padahal material ini sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak, termasuk industri otomotif.
Ada banyak komponen plastik di mobil yang terbuat dari plastik. Sales & Marketing and After Sales Operations Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengakui kondisi ini menjadi perhatian perusahaan dan terus memonitor perkembangannya untuk menetapkan langkah-langkah selanjutnya.
"Kami terus memonitor kondisi global untuk menyesuaikan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga kelancaran operasional kami. Dalam beberapa waktu terakhir, memang terjadi dinamika pada proses dan biaya logistik di sejumlah area yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif secara global. Kondisi ini masih dalam pengelolaan kami saat ini, dimana kami melakukan evaluasi terhadap perencanaan pasokan untuk beberapa model serta terus melakukan penyesuaian untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar," ungkap Billy melalui pesan singkatnya.
Baca Juga: Motul Jalin Kemitraan dengan Produsen Sepeda Motor Italia
Dia pun tidak menutup kemungkinan kondisi krisis biji plastik yang berkepanjangan bisa membuat harga mobil naik.
"Dalam kondisi tertentu, jika dinamika ini berlanjut, terdapat kemungkinan adanya penyesuaian pada distribusi dan ketersediaan unit di dealer."
Tetapi Billy mengatakan kenaikan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Pabrikan akan mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan harga kendaraan, termasuk kondisi pasar dan dinamika biaya produksi secara global.
"Namun, sejalan dengan dinamika pada rantai pasok global, dalam kondisi tertentu dapat terjadi penyesuaian waktu dan jumlah pengiriman pada beberapa model. Kami akan terus memonitor perkembangan ini dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan serta memenuhi kebutuhan konsumen," tutup Billy.
DKI Jakarta: Kondisi geopolitik yang panas di area Timur Tengah dan perekonomian yang tidak stabil bersiap menjadi bom waktu, salah satunya adalah isu krisis biji
plastik. Padahal material ini sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak, termasuk
industri otomotif.
Ada banyak komponen plastik di mobil yang terbuat dari plastik. Sales & Marketing and After Sales Operations Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengakui kondisi ini menjadi perhatian perusahaan dan terus memonitor perkembangannya untuk menetapkan langkah-langkah selanjutnya.
"Kami terus memonitor kondisi global untuk menyesuaikan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga kelancaran operasional kami. Dalam beberapa waktu terakhir, memang terjadi dinamika pada proses dan biaya logistik di sejumlah area yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif secara global. Kondisi ini masih dalam pengelolaan kami saat ini, dimana kami melakukan evaluasi terhadap perencanaan pasokan untuk beberapa model serta terus melakukan penyesuaian untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar," ungkap Billy melalui pesan singkatnya.
Baca Juga:
Motul Jalin Kemitraan dengan Produsen Sepeda Motor Italia
Dia pun tidak menutup kemungkinan kondisi krisis biji plastik yang berkepanjangan bisa membuat harga mobil naik.
"Dalam kondisi tertentu, jika dinamika ini berlanjut, terdapat kemungkinan adanya penyesuaian pada distribusi dan ketersediaan unit di dealer."
Tetapi Billy mengatakan kenaikan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Pabrikan akan mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan harga kendaraan, termasuk kondisi pasar dan dinamika biaya produksi secara global.
"Namun, sejalan dengan dinamika pada rantai pasok global, dalam kondisi tertentu dapat terjadi penyesuaian waktu dan jumlah pengiriman pada beberapa model. Kami akan terus memonitor perkembangan ini dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan serta memenuhi kebutuhan konsumen," tutup Billy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)