Kedua proses tersebut memiliki perbedaan dari sisi periode, persyaratan, hingga mekanisme pengurusannya. Memahami perbedaannya penting agar pemilik kendaraan dapat memenuhi kewajiban administrasi sesuai waktunya, seperti dikutip dari situs samsatdigital.id.
Pengesahan STNK Tahunan
Pengesahan STNK tahunan dilakukan setiap satu tahun sekali. Pada proses ini, pemilik kendaraan wajib memenuhi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).Secara umum, proses pengesahan tahunan dilakukan dengan membayar kewajiban PKB dan SWDKLLJ sesuai masa pengesahan kendaraan. Setelah pembayaran selesai, STNK mendapatkan pengesahan untuk masa berlaku satu tahun berikutnya tanpa perlu mengganti dokumen fisik STNK.
Untuk pengurusan secara digital, pemilik kendaraan dapat memanfaatkan aplikasi SIGNAL. Melalui aplikasi tersebut, proses pembayaran dan pengesahan STNK tahunan dapat dilakukan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.
Baca Juga:
GR Yaris Diuji di Lintasan Rally, Ini Perubahan dan Spesifikasinya
Sementara itu, pengesahan tahunan tidak memerlukan pemeriksaan fisik kendaraan karena data kendaraan masih dianggap valid. Selama tidak terdapat perubahan data kepemilikan, proses pengesahan dapat dilakukan tanpa penggantian dokumen fisik STNK.
Dengan demikian, pemilik kendaraan yang hendak melakukan pengesahan tahunan perlu memastikan kewajiban PKB dan SWDKLLJ telah dibayarkan. Setelah pembayaran dilakukan, proses pengesahan diselesaikan untuk memperpanjang masa berlaku STNK selama satu tahun berikutnya.
Pengesahan STNK 5 Tahunan
Pengesahan STNK 5 tahunan dilakukan setiap lima tahun sekali. Selain membayar PKB dan SWDKLLJ, pemilik kendaraan juga perlu melakukan penggantian STNK dan pelat nomor kendaraan.Penggantian tersebut dilakukan untuk memperbarui masa berlaku dokumen sekaligus identitas kendaraan.
Berbeda dengan pengesahan tahunan, proses 5 tahunan mengharuskan pemilik kendaraan datang langsung ke kantor Samsat. Kendaraan juga perlu menjalani pemeriksaan fisik, termasuk pengecekan nomor rangka dan nomor mesin.
Baca Juga:
Korlantas Tegaskan Razia Kendaraan dari Rumah ke Rumah Akhir September Hoaks
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian identitas kendaraan dengan data yang tercantum dalam dokumen resmi.
Karena melibatkan pemeriksaan fisik kendaraan dan pencetakan dokumen baru, pengesahan STNK 5 tahunan belum dapat dilakukan secara daring. Kehadiran kendaraan menjadi bagian dari proses verifikasi dan validasi data di Samsat.
Perbedaan Pengesahan STNK Tahunan dan 5 Tahunan
Secara sederhana, perbedaan utama terletak pada periode dan proses pengurusannya. Pengesahan tahunan dilakukan setiap tahun dengan kewajiban membayar PKB dan SWDKLLJ tanpa mengganti STNK maupun pelat nomor.Sementara itu, pengesahan 5 tahunan dilakukan setiap lima tahun dengan kewajiban pembayaran PKB dan SWDKLLJ sekaligus penggantian STNK serta pelat nomor. Proses ini juga membutuhkan pemeriksaan fisik kendaraan di Samsat.
Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilik kendaraan dapat mengetahui kapan kewajiban administrasi harus dilakukan dan proses apa saja yang perlu dipersiapkan.
Baca Juga:
GIIAS Semarang 2026 Hadirkan 19 Merek, Catat Potensi Pasar Otomotif Jawa Tengah
Pentingnya Pengesahan STNK Tepat Waktu
Pengesahan STNK tepat waktu membantu pemilik kendaraan memenuhi kewajiban administrasi dan menjaga status kendaraan tetap sesuai ketentuan yang berlaku.Kesalahan memahami periode pengesahan dapat menyebabkan pemilik kendaraan terlambat memenuhi kewajibannya. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memperhatikan masa berlaku STNK dan menyesuaikan mekanisme pengurusan berdasarkan jenis pengesahan yang harus dilakukan.
Pengesahan STNK bukan hanya berkaitan dengan pembayaran pajak, tetapi juga menjadi bagian dari administrasi kendaraan yang perlu dipenuhi oleh setiap pemilik kendaraan.