Perencanaan keuangan penting dilakukan ketika membeli mobil bekas. Suzuki
Perencanaan keuangan penting dilakukan ketika membeli mobil bekas. Suzuki

Tips Otomotif

8 Tips Menjaga Kondisi Keuangan Saat Membeli Mobil Bekas

Otomotif mobil bekas tips mobil tips otomotif
Ekawan Raharja • 22 Oktober 2020 21:00
Jakarta: Di tengah pandemik Covid-19 sekarang ini, membeli mobil bekas bisa menjadi solusi mobilitas dengan dana yang lebih terjangkau. Meski demikian, jangan sampai pembelian mobil bekas ini kemudian malah mengganggu kondisi keuangan dan menghadirkan masalah kedepannya.
 
Ketika membeli sebuah mobil bekas, ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi meski harganya lebih terjangkau dibandingkan membeli mobil baru. Lifepal kemudian membagikan 8 tips untuk membeli mobil bekas tanpa harus mengganggu keuangan.
 
1. Cari yang Sesuai Dana dan Kebutuhan
Carilah mobil yang memang sesuai untuk kebutuhan, yaitu operasional sehari-hari dan sesuai dana. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kita tentu memiliki keinginan untuk membeli mobil merek tertentu karena desainnya yang menarik, terlihat elegan, atau performa yang ditawarkannya. Namun apabila harga mobil tersebut cukup tinggi, maka tanyakan kepada diri sendiri apakah fitur-fiturnya tersebut memang harus dimiliki untuk menunjang mobilitas sehari-hari? 
 
Jika memang fitur tersebut tidak terlalu dibutuhkan, maka pilihlah mobil lain dengan kualitas yang baik serta harga yang lebih terjangkau. Perhatikan pula soal bagaimana ketersediaan dan harga suku cadang, ketersediaan bengkel resmi, serta hal-hal yang menjadi kendala umum dari mobil tersebut. 
 

2. Dokumen Mobil Harus Lengkap
Membeli mobil bekas tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tentu saja sangat berisiko. Sebab, untuk mengurus dokumen-dokumen tersebut akan memakan biaya dan waktu. 
 
Namun di sisi lain, ketiadaan dokumen mobil dapat menimbulkan risiko yang lebih parah. Misalnya ternyata mobil tersebut memiliki masalah atau bahkan pajak-pajaknya belum dibayarkan.
 
Sejatinya, membeli mobil tanpa dokumen atau bodong bisa dikategorikan sebagai tindak kejahatan. Anda berpotensi terjerat Pasal 480 KUHP tentang Penadahan Barang Hasil Curian.
 
3. Usahakan untuk Tidak Kredit
Ada alasan kuat mengapa tidak disarankan membeli mobil bekas secara cicilan atau kredit. Alasannya yaitu pengeluaran bulanan bisa semakin membengkak. 
 
Cicilan mobil tentu memunculkan pengeluaran pasif yang harus dibayarkan per bulan. Ketika mobil yang dikredit juga membutuhkan perawatan, maka sudah pasti pengeluaran bulanan membengkak. 
 

Ada dua cara untuk mengukur kemampuan Anda dalam membeli mobil; pertama pastikan saja dana darurat tidak terpakai untuk membelinya, dan kedua pastikan ketika membelinya secara tunai jumlah aset lancar Anda masih di kisaran 15-20 persen dari kekayaan bersih.
 
Dana darurat adalah dana tunai simpanan yang digunakan hanya pada kondisi darurat, seperti apabila terjadi pemutusan hubungan kerja, salah satu anggota keluarga mengalami kecelakaan, atau sakit berat. Maka, amat tidak bijak apabila mengorbankan dana darurat untuk membeli mobil.
 
Sementara itu, nilai rasio aset lancar berbanding kekayaan bersih didapat dari perbandingan total nilai aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) dan kekayaan bersih (total aset - total utang).
 
4. Jika Over Kredit, Lakukan dengan Cara yang Benar
Over kredit secara singkat dapat diartikan sebagai proses pemindahan jual beli terhadap mobil yang berstatus belum lunas alias masih dalam proses cicilan. Pembelian ini sah-sah saja dilakukan asal, tidak di bawah tangan, yakni tanpa bantuan atau sepengetahuan lembaga pemberi kredit.
 
Over kredit di bawah tangan memang terlihat lebih cepat, namun sangat lemah dari sisi hukum. Tindakan ini pun merupakan perbuatan yang dilarang dalam undang-undang. Undang-undang over kredit mobil ini terikat oleh perjanjian jaminan fidusia dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UU Fidusia).
 

Pasal 23 ayat (2) UU Fidusia menyatakan bahwa pemberi fidusia dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia yang tidak merupakan benda persediaan, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia. 
 
5. Bila Tidak Terlalu Memahami Mobil, Ajak Pemilik ke Bengkel Resmi
Pengecekan kondisi mobil tentu tidak hanya dari eksterior atau penampilan luar. Interior, mesin, serta kaki-kaki juga harus diperiksa lebih lanjut. Namun apakah Anda cukup memahami hal tersebut? 
 
Jika tidak, maka ajaklah si penjual ke bengkel resmi. Bayarlah uang muka sebagai tanda keseriusan dalam membeli mobil tersebut, dan lakukanlah general check up di bengkel resmi untuk mengetahui suku cadang mana yang harus diganti. 
 
Laporan dari general check up tentu bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk melakukan negosiasi harga ke pemilik mobil.
 

6. Jangan Habiskan Dana untuk Membeli Mobil
Anggap saja, Anda memiliki dana sebesar Rp120 juta untuk membeli mobil bekas. Maka jangan habiskan seluruhnya untuk membeli mobil tersebut.
 
Gunakanlah Rp100 juta saja atau bahkan di bawah Rp100 juta bila memungkinkan. Tujuan dari menyisakan dana ini adalah untuk berjaga-jaga apabila ada pergantian suku cadang atau komponen mobil bekas yang akan kita beli.
 
Oleh karena itu, carilah mobil bekas di berbagai situs penjual mobil atau showroom-showroom terdekat.  Membeli mobil bekas tentu harus penuh dengan kehati-hatian. Terburu-buru dalam membeli bisa mengakibatkan kerugian finansial di masa yang akan datang.
 
7. Pastikan Pajak Kendaraan Masih Hidup
Mobil bekas yang pajaknya terlambat dibayar tentu dijual murah. Namun apakah Anda siap untuk membayar pajak sekaligus dendanya nanti? Bagaimana jika ada denda pajak dan juga biaya perbaikan yang muncul? Tentu saja pengeluaran Anda akan menjadi semakin besar. 
 
Perhitungan denda pajak kendaraan bermotor adalah: Denda PKB = Biaya PKB x 25% x n/12 (Huruf “n” menunjukkan jumlah bulan keterlambatan).
 

8. Tetap Lindungi Mobil Bekas yang Dibeli dengan Asuransi
Besar kemungkinan mobil bekas yang dibeli tidak dilindungi oleh asuransi mobil. Oleh karena itulah, sebagai pemilik baru harus memberikan perlindungan untuk mobil tersebut demi menghindari kerugian finansial atas risiko yang muncul.
 
Pilihlah asuransi mobil jenis comprehensive atau total lost only (TLO), sesuai dengan kebutuhan Anda. Asuransi comprehensive bakal menanggung berbagai resiko yang terjadi, seperti lecet di bagian body, asal sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan TLO hanya menanggung biaya pertanggungan ketika mobil hilang atau mengalami kerusakan hingga rusak total yang nilainya mencapai 75 persen dari harga kendaraan.
 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif