DKI Jakarta: Pantauan per Jumat (15-5-2026), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sudah tembus Rp17.600. Kondisi ini membuat Toyota berharap nilai tukar rupiah kembali menguat agar harga mobil tidak perlu naik.
Harapan ini disampaikan oleh Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, pada Sabtu (16/5/2026) di Senayan Jakarta Pusat. Terlepas dari harapannya tersebut, dia bersama tim terus memperhatikan kondisi nilai tukar rupiah dan berusaha menahan kenaikan harga mobil.
“Kita terus akan monitor pergerakan. Yang pastinya adalah seperti yang kami sampaikan, kami sebagai Toyota Indonesia, dealer, distributor, kemudian manufacturer, dan juga supplier, ingin meminimalisir dampak ini,” ujar Bansar.
“Jadi kita akan monitor terus nih. Ya mudah-mudahan memang nanti kedepannya dollar akan menurun, sehingga kita bisa meminimalisir dampak yang ada. Mudah-mudahan juga kalau misalkan turun terus ke depannya, ya tidak perlu (kenaikan harga),” lanjut Bansar.
Baca Juga:
GWM Ora 5, Pantaskah Menantang BYD Atto 3?
Perusahaan juga saat ini sedang berdiskusi dengan berbagai pihak di rantai industri untuk mencari langkah efisiensi agar dampak pelemahan rupiah bisa ditekan.
“Kita sebetulnya memang juga mencoba berdiskusi dengan semua pihak, semua stakeholder dalam bagaimana kita menyiapkan kendaraan, kita juga melakukan banyak efisiensi untuk bagaimana bisa menanggulangi kenaikan tersebut,” kata Bansar.
“Karena itu, kita masih belum bisa sampaikan sekarang. Yang pasti itu menjadi tantangan kita bagaimana kita bisa meminimalisir dampak yang terjadi di konsumen," lanjutnya.
DKI Jakarta: Pantauan per Jumat (15-5-2026),
nilai tukar rupiah terhadap
dollar Amerika Serikat sudah tembus Rp17.600. Kondisi ini membuat Toyota berharap nilai tukar rupiah kembali menguat agar
harga mobil tidak perlu naik.
Harapan ini disampaikan oleh Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, pada Sabtu (16/5/2026) di Senayan Jakarta Pusat. Terlepas dari harapannya tersebut, dia bersama tim terus memperhatikan kondisi nilai tukar rupiah dan berusaha menahan kenaikan harga mobil.
“Kita terus akan monitor pergerakan. Yang pastinya adalah seperti yang kami sampaikan, kami sebagai Toyota Indonesia, dealer, distributor, kemudian manufacturer, dan juga supplier, ingin meminimalisir dampak ini,” ujar Bansar.
“Jadi kita akan monitor terus nih. Ya mudah-mudahan memang nanti kedepannya dollar akan menurun, sehingga kita bisa meminimalisir dampak yang ada. Mudah-mudahan juga kalau misalkan turun terus ke depannya, ya tidak perlu (kenaikan harga),” lanjut Bansar.
Perusahaan juga saat ini sedang berdiskusi dengan berbagai pihak di rantai industri untuk mencari langkah efisiensi agar dampak pelemahan rupiah bisa ditekan.
“Kita sebetulnya memang juga mencoba berdiskusi dengan semua pihak, semua stakeholder dalam bagaimana kita menyiapkan kendaraan, kita juga melakukan banyak efisiensi untuk bagaimana bisa menanggulangi kenaikan tersebut,” kata Bansar.
“Karena itu, kita masih belum bisa sampaikan sekarang. Yang pasti itu menjadi tantangan kita bagaimana kita bisa meminimalisir dampak yang terjadi di konsumen," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)