TUV Rheinland jalin kerja sama dengan BPLJSKB untuk pengujian laik jalan kendaraan bermotor di Indonesia. TR
TUV Rheinland jalin kerja sama dengan BPLJSKB untuk pengujian laik jalan kendaraan bermotor di Indonesia. TR

TÜV Rheinland Indonesia dan BPLJSKB Dukung Industri Otomotif Indonesia

Ahmad Garuda • 22 Januari 2026 14:48
Cibitung - Awal 2026 ini menjadi tonggak penting bagi TÜV Rheinland Indonesia dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau VTCC (Vehicle Testing and Certification Center). Keduanya sepakat bekerja sama dengan menendatangani MOU di Proving Ground BPLJSKB di Cibitung, Bekasi (15/1/2026).
 
Kemitraan ini bukan hanya simbol kolaborasi, tetapi juga komitmen untuk membentuk masa depan industri otomotif Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara. Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah muncul sebagai salah satu pusat manufaktur OEM otomotif dengan pertumbuhan tercepat di Kawasan Asia Tenggara.
 
Selain menjadi basis produksi otomotif di ASEAN, Indonesia saat ini juga berkembang menjadi pusat inovasi, penelitian dan pengembangan yang lebih maju dan modern. Semua itu membutuhkan fasilitas pengujian, lintasan pengujian, tenaga ahli penguji bertaraf nasional dan internasional.
 
Juga peralatan pengetesan canggih dan memadai serta kepatuhan terhadap standar global demi mendorong inovasi di bidang otomotif. Penandatangan dilakukan oleh Nyoman Susila selaku Presiden Direktur TÜV Rheinland Indonesia bersama Iman Sukandar, MT. Lalu Kepala BPLJSKB yang diwakili Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr selaku Kepala Seksi Pelayanan BPLJSKB dan Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB. 

Baca Juga:
Modal Rp180 Jutaan, Dapat Honda Brio Satya S CVT


Turut menemani, Senior Vice President Mobility Asia Pasific TÜV Rheinland - Stefan Heuer, Local Field Manager TÜV Rheinland Indonesia - Michael Deakin serta Kepala Sub-bagian Keuangan dan Tata Usaha BPLJSKB - S. Aang Amin Abidin, S.T, M.MTr.

“Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dan kawasan ini—membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut,” jelas Stefan Heuer.

Adapun fasilitas yang hadir di tempat pengetesan mereka cukup lengkap. Untuk pengujian kendaraan bermotor bertaraf internasional, seperti laboratorium Crash Test, Braking System Test, Seatbelt Anchorage Test, Exhauts Emission Test, Electrical Safety Test, Rear View Mirror Test dan lainnya.

Selain itu, BPLJSKB mempunyai fasilitas proving ground yang sanggup mengetes kendaraan bermotor di luar ruangan (Outdoor). Meliputi pengetesan High Speed Oval Track, Noise Emission Loop Track, Low Friction Braking Track & Test Hills, Dynamic Area, Passive Safety Lab. dan Rear Visibility Lab.
 
Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr. turut mengapresiasi kerjasama ini. “Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dari BPLJSKB maupun TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran dari technical service yang ada di internasional seperti TÜV Rheinland juga BPLSJKB yang sudah hadir dengan fasilitas-fasilitas yang memenuhi standar internasional dan tentunya bantuan support dari para stakeholder untuk bisa maju bersama.”

Baca Juga:
Tips Menata Barang di Mobil agar Perjalanan Tetap Nyaman & Aman

 
Ia menambahkan, kalau kerja sama ini bukan cuma koordinasi teknis semata, tetapi juga penguatan ekosistem dari pengujian nasional yang nantinya akan ditransfer menjadi internasional. “Harapannya kerjasama ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholder dan pelaku industri dan komponen kendaraan bermotor di Indonesia,” ujar Tri Bowo Leksono.
 
Perkembangan industri otomotif baik kendaraan bermotor maupun komponennya ke Indonesia, tampak sangat pesat. Apalagi jika memperhatikan produk-produk otomotif yang masuk ke dalam negeri.
 
Nyoman Susila menerangkan, “Sekarang ini semakin berkembang teknologi mobil-mobil baru yang membutuhkan pengujian, menyesuaikan dengan teknologi atau fitur yang diadopsi yang baru-baru ini. Perkembangan teknologi sangat cepat, dan itu mesti dipastikan ke konsumen bahwa produk sebuah kendaraan massal harus aman dan sebagainya, maka dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya.”
 
Ini tantangannya, industri otomotif membutuhkan proses, sistem dan lokasi pengujian yang lengkap, bersertifikasi dan bertaraf global.
 
“TÜV Rheinland hadir untuk mendukung apapun yang dibutuhkan. Referensi-referensi internasional misalnya, dan kami juga di internal, juga mengikuti secara detail, sangat dekat juga dengan tumbuhnya teknologi-teknologi baru. Jadi tantangan untuk teknologi baru, di sini sudah ada fasilitas, kami support,” ujar Stefan Heuer.

Baca Juga:
Segini Pajak Tahunan Hyundai Santa Fe Tahun 2024

 
“Maka dari itu muncul kolaborasi ini, mulai dari sumber daya alam, semuanya sempurna, semuanya bergabung di saat yang tepat. Saya tidak pernah melihat hal seperti ini di luar negeri,” tutup Stefan Heuer.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan