TEY merupakan program tanggung jawab sosial yang dijalankan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota-Astra Motor (TAM). Program tersebut menjadi wadah kompetisi inovasi proyek lingkungan hidup bagi pelajar SMA, Madrasah Aliyah (MA), SMK, dan sederajat di seluruh Indonesia.
Melalui tema EcoPioneer, pabrikan otomotif asal Jepang itu mendorong generasi muda memanfaatkan potensi serta kearifan lokal untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan. Peserta juga mendapat ruang untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060. perusahaan menilai pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Baca Juga:
Harga Jetour T2 i-DM Rp688 Juta, Raih Dua Penghargaan di GIIAS 2026
“Emisi Karbon adalah tantangan bersama yang tidak mengenal batas wilayah. Oleh karena itu, solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengusung tema EcoPioneer, TEY ke-14 kami harapkan dapat melahirkan lebih banyak inovasi berbasis kearifan lokal yang memberikan dampak tidak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga hingga ke skala yang lebih luas,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN I, Nyoman Winaya, melalui keterangan resminya.
Toyota Eco Youth Dorong Inovasi Lingkungan
Dalam pelaksanaannya, peserta TEY mengajukan proposal inovasi lingkungan yang kemudian diseleksi oleh dewan juri. Proposal terbaik mendapatkan pendampingan hingga tahap implementasi sehingga dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.Sejak pertama kali diselenggarakan, TEY berkembang dari gerakan pelestarian lingkungan di sekolah menjadi wadah pengembangan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan. Inovasi yang dihasilkan peserta mencakup pengelolaan sampah, pemanfaatan energi, konservasi air, hingga pengurangan emisi.
Pada peluncuran TEY ke-14, Toyota turut menghadirkan Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa dari SMA Negeri Bali Mandara, peraih Juara I TEY ke-12. Keduanya mengembangkan Bioghum, yaitu bio-briket berbahan limbah sorgum yang menunjukkan pemanfaatan potensi dan kearifan lokal sebagai solusi lingkungan.
Acara tersebut juga menghadirkan Jerhemy Owen, kreator konten sekaligus pegiat lingkungan. Ia berbagi pengalaman mengenai pendekatan yang relevan untuk menyampaikan isu lingkungan kepada generasi muda.
Baca Juga:
Mobil Boros BBM Tak Selalu karena Gaya Mengemudi, Ini Penyebabnya
25 Proposal Terbaik Dapat Pendampingan
Setelah peluncuran, rangkaian TEY ke-14 dilanjutkan dengan sosialisasi di berbagai kota, pengumpulan dan seleksi proposal, serta pemilihan 25 proposal terbaik. Para peserta terpilih kemudian mengikuti pendampingan untuk pengembangan dan implementasi proyek.Rangkaian tersebut juga mencakup sesi enrichment dan mentoring, kunjungan lapangan atau genba, presentasi final, penjurian, hingga penganugerahan. Pendampingan menjadi salah satu fokus TEY ke-14 agar proyek peserta dapat berkembang menjadi solusi yang berdampak dan berkelanjutan.
Wakil Presiden Direktur PT TAM, Jap Ernando Demily, mengatakan generasi muda memiliki potensi untuk menghasilkan pendekatan baru dalam menghadapi persoalan lingkungan.
“Generasi muda memiliki keberanian, kreativitas, dan cara pandang baru yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan lingkungan. Melalui TEY, kami ingin mendorong para pelajar agar tidak hanya memahami pentingnya dekarbonisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan persoalan di sekitar mereka menjadi inovasi yang relevan dan dapat diterapkan.,” kata Ernando.
Toyota Eco Youth Libatkan 2.033 Sekolah
TEY telah diselenggarakan sejak 2005 dan kini memasuki penyelenggaraan ke-14. Hingga 2026, program tersebut telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi, menghasilkan 9.972 proposal inovasi lingkungan, serta mengimplementasikan 232 proyek lingkungan. Toyota juga telah menghadirkan 32 Eco Gallery sebagai ruang edukasi lingkungan di sekolah peserta.Baca Juga:
Mitsubishi Pajero Siap Debut Global, Bawa Teknologi S-AWC dan Sasis Ladder Frame
Berbagai inovasi yang lahir dari TEY berfokus pada persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk pengelolaan sampah, pemanfaatan energi, konservasi air, dan pengurangan emisi. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan solusi berkelanjutan.
Dengan penyelenggaraan TEY ke-14, Toyota kembali mendorong pelajar di berbagai daerah untuk mengembangkan inovasi berbasis persoalan lingkungan dan potensi lokal. Program ini menempatkan pelajar sebagai EcoPioneer yang diharapkan mampu menerjemahkan tantangan dekarbonisasi menjadi aksi dan solusi yang dapat diterapkan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda