DKI Jakarta: Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mobil yang semakin boros tidak selalu disebabkan oleh gaya mengemudi. Kondisi sejumlah komponen kendaraan yang mulai menurun performanya juga dapat membuat konsumsi BBM meningkat.
Hal tersebut kerap tidak disadari pemilik kendaraan karena mobil masih terasa normal ketika digunakan sehari-hari. Padahal, konsumsi BBM yang meningkat dapat menjadi salah satu indikasi adanya komponen yang membutuhkan pemeriksaan atau perawatan.
Selain membuat pengeluaran untuk BBM bertambah, komponen kendaraan yang bermasalah dan dibiarkan terlalu lama berpotensi memicu kerusakan pada komponen lain dengan biaya perbaikan yang lebih besar.
Penyebab Mobil Boros BBM
Ada sejumlah komponen dan kondisi kendaraan yang dapat berpengaruh terhadap efisiensi konsumsi BBM. Berikut beberapa di antaranya.
1. Oli Mesin Terlambat Diganti
Oli mesin yang terlalu lama digunakan dapat kehilangan kemampuan optimalnya dalam melumasi komponen mesin. Kondisi tersebut membuat gesekan di dalam mesin meningkat sehingga mesin bekerja lebih berat dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.
Baca Juga:
Mitsubishi Fuso Dorong Standarisasi Karoseri untuk Kendaraan Niaga
Karena itu, penggantian oli mesin secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan menjadi salah satu langkah untuk menjaga efisiensi konsumsi BBM.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran. Ketika filter dalam kondisi kotor, pasokan udara dapat menjadi tidak optimal sehingga proses pembakaran tidak berlangsung sempurna.
Kondisi tersebut membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
3. Tekanan Ban Kurang
Tekanan angin ban yang berada di bawah standar dapat meningkatkan hambatan gulir. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras ketika kendaraan melaju sehingga konsumsi BBM ikut meningkat.
Pemilik kendaraan disarankan memeriksa tekanan ban secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
4. Busi Mulai Aus
Kondisi busi juga dapat memengaruhi proses pembakaran mesin. Busi yang sudah aus membuat proses pembakaran menjadi kurang optimal.
Baca Juga:
Mario Sabet Juara Satu Medcom Racing Challenge 2026
Sejumlah gejala yang dapat muncul antara lain tarikan mobil terasa lebih berat, mesin sedikit bergetar, hingga konsumsi bahan bakar meningkat. Pemeriksaan busi secara berkala menjadi bagian dari perawatan kendaraan yang perlu diperhatikan.
5. Terlalu Lama Menunda Servis Berkala
Servis berkala tidak hanya mencakup penggantian oli mesin. Saat kendaraan diperiksa di bengkel, sejumlah komponen penting juga dapat diperiksa, seperti filter udara, sistem pembakaran, kondisi rem, tekanan ban, hingga cairan kendaraan.
Pemeriksaan secara menyeluruh memungkinkan potensi masalah ditemukan lebih awal sebelum memengaruhi performa kendaraan maupun konsumsi BBM.
CEO Garasi.id, Ardyanto Alam, mengatakan pemilik kendaraan terkadang baru menyadari adanya masalah setelah konsumsi BBM meningkat atau performa kendaraan mulai menurun.
"Mobil yang rutin dirawat biasanya memiliki performa mesin yang lebih optimal dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Servis berkala juga membantu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari," ujar Ardyanto Alam.
Garasi.id Berikan Promo Servis Mobil
Bagi pemilik kendaraan yang menunda servis, Garasi.id menghadirkan program promo dalam rangka memperingati ulang tahun ke-9. Program bertajuk 'Banjir Kejutan di Tahun Kesembilan' berlangsung pada 7–31 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, pelanggan dapat memperoleh diskon hingga Rp1 juta untuk seluruh layanan Jasa Servis Garasi.id. Mereka merupakan perusahaan e-commerce khusus otomotif berbasis teknologi yang menyediakan sejumlah layanan, mulai dari layanan darurat di jalan, inspeksi dan general check up, hingga jasa servis kendaraan.
Dengan melakukan perawatan secara rutin, pemilik kendaraan dapat menjaga performa mobil sekaligus membantu mempertahankan efisiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi risiko masalah kendaraan yang lebih serius.
DKI Jakarta: Konsumsi bahan bakar minyak (BBM)
mobil yang semakin boros tidak selalu disebabkan oleh gaya mengemudi. Kondisi sejumlah komponen kendaraan yang mulai menurun performanya juga dapat membuat konsumsi BBM meningkat.
Hal tersebut kerap tidak disadari pemilik kendaraan karena mobil masih terasa normal ketika digunakan sehari-hari. Padahal, konsumsi BBM yang meningkat dapat menjadi salah satu indikasi adanya komponen yang membutuhkan pemeriksaan atau perawatan.
Selain membuat pengeluaran untuk BBM bertambah, komponen kendaraan yang bermasalah dan dibiarkan terlalu lama berpotensi memicu kerusakan pada komponen lain dengan biaya perbaikan yang lebih besar.
Penyebab Mobil Boros BBM
Ada sejumlah komponen dan kondisi kendaraan yang dapat berpengaruh terhadap efisiensi konsumsi BBM. Berikut beberapa di antaranya.
1. Oli Mesin Terlambat Diganti
Oli mesin yang terlalu lama digunakan dapat kehilangan kemampuan optimalnya dalam melumasi komponen mesin. Kondisi tersebut membuat gesekan di dalam mesin meningkat sehingga mesin bekerja lebih berat dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.
Karena itu, penggantian oli mesin secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan menjadi salah satu langkah untuk menjaga efisiensi konsumsi BBM.
2. Filter Udara Kotor
Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran. Ketika filter dalam kondisi kotor, pasokan udara dapat menjadi tidak optimal sehingga proses pembakaran tidak berlangsung sempurna.
Kondisi tersebut membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
3. Tekanan Ban Kurang
Tekanan angin ban yang berada di bawah standar dapat meningkatkan hambatan gulir. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras ketika kendaraan melaju sehingga konsumsi BBM ikut meningkat.
Pemilik kendaraan disarankan memeriksa tekanan ban secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
4. Busi Mulai Aus
Kondisi busi juga dapat memengaruhi proses pembakaran mesin. Busi yang sudah aus membuat proses pembakaran menjadi kurang optimal.
Sejumlah gejala yang dapat muncul antara lain tarikan mobil terasa lebih berat, mesin sedikit bergetar, hingga konsumsi bahan bakar meningkat. Pemeriksaan busi secara berkala menjadi bagian dari perawatan kendaraan yang perlu diperhatikan.
5. Terlalu Lama Menunda Servis Berkala
Servis berkala tidak hanya mencakup penggantian oli mesin. Saat kendaraan diperiksa di bengkel, sejumlah komponen penting juga dapat diperiksa, seperti filter udara, sistem pembakaran, kondisi rem, tekanan ban, hingga cairan kendaraan.
Pemeriksaan secara menyeluruh memungkinkan potensi masalah ditemukan lebih awal sebelum memengaruhi performa kendaraan maupun konsumsi BBM.
CEO Garasi.id, Ardyanto Alam, mengatakan pemilik kendaraan terkadang baru menyadari adanya masalah setelah konsumsi BBM meningkat atau performa kendaraan mulai menurun.
"Mobil yang rutin dirawat biasanya memiliki performa mesin yang lebih optimal dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Servis berkala juga membantu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari," ujar Ardyanto Alam.
Garasi.id Berikan Promo Servis Mobil
Bagi pemilik kendaraan yang menunda servis, Garasi.id menghadirkan program promo dalam rangka memperingati ulang tahun ke-9. Program bertajuk 'Banjir Kejutan di Tahun Kesembilan' berlangsung pada 7–31 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, pelanggan dapat memperoleh diskon hingga Rp1 juta untuk seluruh layanan Jasa Servis Garasi.id. Mereka merupakan perusahaan e-commerce khusus otomotif berbasis teknologi yang menyediakan sejumlah layanan, mulai dari layanan darurat di jalan, inspeksi dan general check up, hingga jasa servis kendaraan.
Dengan melakukan perawatan secara rutin, pemilik kendaraan dapat menjaga performa mobil sekaligus membantu mempertahankan efisiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi risiko masalah kendaraan yang lebih serius.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)