Bekasi: Insiden kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam (27 April 2026) diawali dari kejadian taksi Green SM yang mogok di perlintasan sebidang. Kondisi tersebut membuat Green SM (Xanh SM), angkat bicara terkait kecelakaan tersebut.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis pernyataan resmi perusahaan.
Green SM juga menyebutkan keselamatan tetap menjadi prioritas perusahaan. Mereka berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi."
Baca Juga: Pembuktian Kemampuan Jetour G700 dan T2 i-DM Lewati 'Halang Rintang'
Korban Meninggal Sampai 14 Orang
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga menyampaikan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Baca Juga: AEML Sambut Insentif Pajak Kendaraan Listrik Dilanjutkan
Kronologi Kecelakaan Kereta Berawal dari Taksi Green SM yang Mogok
Seorang penumpang KRL yang selamat, Andi (42) menuturkan kereta yang ditumpanginya tengah berhenti saat kejadian karena ada kendaraan roda empat yang mengalami mogok tepat di perlintasan kereta api dekat Stasiun Bekasi Timur. KRL yang sedang berhenti itu tiba-tiba ditabrak dari arah belakang.
"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," kata seorang penumpang selamat, Andi, 42, di lokasi, seperti dikutip dari Antara.
Puluhan korban luka akibat kecelakaan tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mereka dievakuasi dari KRL yang tertabrak ke lantai dua Stasiun Bekasi Timur untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," ujarnya.
Petugas keamanan stasiun, damkar, tim medis, TNI dan Polri serta warga sekitar masih mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam gerbong KRL.
"Kejadiannya terjadi pukul 20.53 WIB. Kondisi penumpang KRL dari arah Stasiun Bekasi berhenti. Kemungkinan ada korban tewas, kebanyakan wanita," kata korban lain di lokasi.
Bekasi: Insiden kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam (27 April 2026) diawali dari kejadian
taksi Green SM yang mogok di perlintasan sebidang. Kondisi tersebut membuat Green SM (Xanh SM), angkat bicara terkait kecelakaan tersebut.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis pernyataan resmi perusahaan.
Green SM juga menyebutkan keselamatan tetap menjadi prioritas perusahaan. Mereka berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi."
Baca Juga:
Pembuktian Kemampuan Jetour G700 dan T2 i-DM Lewati 'Halang Rintang'
Korban Meninggal Sampai 14 Orang
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga menyampaikan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Baca Juga:
AEML Sambut Insentif Pajak Kendaraan Listrik Dilanjutkan
Kronologi Kecelakaan Kereta Berawal dari Taksi Green SM yang Mogok
Seorang penumpang KRL yang selamat, Andi (42) menuturkan kereta yang ditumpanginya tengah berhenti saat kejadian karena ada kendaraan roda empat yang mengalami mogok tepat di perlintasan kereta api dekat Stasiun Bekasi Timur. KRL yang sedang berhenti itu tiba-tiba ditabrak dari arah belakang.
"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," kata seorang penumpang selamat, Andi, 42, di lokasi, seperti dikutip dari Antara.
Puluhan korban luka akibat kecelakaan tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mereka dievakuasi dari KRL yang tertabrak ke lantai dua Stasiun Bekasi Timur untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," ujarnya.
Petugas keamanan stasiun, damkar, tim medis, TNI dan Polri serta warga sekitar masih mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam gerbong KRL.
"Kejadiannya terjadi pukul 20.53 WIB. Kondisi penumpang KRL dari arah Stasiun Bekasi berhenti. Kemungkinan ada korban tewas, kebanyakan wanita," kata korban lain di lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)