Ilustrasi penjualan mobil Honda. Honda
Ilustrasi penjualan mobil Honda. Honda

Industri Otomotif

Insentif PPnBM Masih Belum Jelas, Honda: Turun 50%

Ekawan Raharja • 13 Januari 2022 10:00
Jakarta: Insentif berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk mobil hingga 2.500 cc sudah berakhir pada Desember 2021. Terlebih, masih belum jelasnya rencana PPnBM DTP yang dipermanenkan membuat pasar otomotif merasakan dampaknya di awal tahun 2021.
 
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menjelaskan pemesanan mobil mereka per 9 Januari 2022 turun hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama di akhir masa PPnBM DTP. Penurunan ini terjadi di mobil-mobil yang sebelumnya mendapatkan insentif pajak kini mengalami kelesuan penjualan.
 
"Sebab ketika tidak ada relaksasi, tarif PPnBM kembali normal. Tetapi kini ada penyesuaian PPnBM yang sesuai dengan emisi sehingga naik dari 10 - 15 persen menjadi 15 - 20 persen," terang Billy pada di Cirebon Jawa Barat.
 
Berakhir PPnBM DTP pada Desember 2021, membuat sejumlah mobil mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan mobil-mobil ini kembali dikenakan PPnBM, kemudian besarannya pun berubah karena PPnBM saat ini berdasarkan besarannya emisi gas buang.
 
"Waktu itu saya pernah berharap tidak dihilangkan, kalau mau menaikkan secara bertahap agar masyarakat tidak kaget. Tapi saya yakin pemerintah punya rencana yang matang," Billy menambahkan.
 
Halaman Selanjutnya
  Billy juga menegaskan bahwa…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif