AMMdes bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Kemenperin
AMMdes bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Kemenperin

Kendaraan Komersial

AMMDes Berikan Sumbangsih Buat Sektor Kesehatan & Pertanian

Otomotif AMMDes
Ekawan Raharja • 15 Agustus 2020 16:30
Jakarta: Keberadaan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah. Kendaraan multifungsi ini diklaim oleh pemerintah sanggup berkontribusi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, baik di sektor pertanian, kesehatan, dan lain-lainnya.
 
“Kami bertekad untuk semakin memacu pengembangan inovasi AMMDes dengan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Akhirnya bertujuan untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan mendukung kemajuan di desa,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, dikutip dari situs resmi Kemenperin.
 
Bukti konkret manfaat AMMDes, misalnya tercermin dari hasil proyek percontohan AMMDes ambulance feeder yang telah dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten. Melalui penggunaan AMMDes jenis tersebut, ibu hamil mendapat kemudahan untuk menjangkau ke fasilitas kesehatan sehingga segera mendapatkan pelayanan yang baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi, proyek percontohan di Kabupaten Lebak tersebut merupakan satu dari berbagai proyek percontohan yang kami laksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, manfaat yang dihasilkan AMMDes ambulance feeder juga merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, meliputi pemerintah pusat, daerah, pihak swasta dan lainnya yang ikut serta dalam proyek percontohan ini,” papar Putu.
 
Bahkan melalui fungsinya, AMMDes pengumpan ambulans turut berperan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Lebak. Hal ini berdasarkan data dari Puskesmas Bojongmanik, hingga Juli 2020 tidak ada kasus AKI dan untuk AKB berhasil diturunkan dari enam kasus pada 2019 menjadi satu kasus hingga Juli 2020.

“Pada awalnya, AMMDes dirancang untuk membantu masyarakat di sektor pertanian, tetapi seiring hasil proyek percontohan yang kami lakukan di Kabupaten Lebak, maka terlihat bahwa AMMDes bisa juga difungsikan untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan,” ujar Putu.

AMMDes Berkontribusi untuk Pertanian

Selain di Kabupaten Lebak, AMMDes juga sukses dimanfaatkan di daerah lain seperti Jawa Barat dan Riau, yang digunakan untuk pengolahan sabut kelapa. Berikutnya, di Kabupaten Tanggamus, Lampung, AMMDes dioptimalkan di kawasan perkebunan pisang yang berorientasi pasar ekspor.
 
“Untuk proyek percontohan di Tanggamus tersebut, telah mampu menurunkan 25 persen kerusakan pisang yang akan diekspor dan ini tentu membantu untuk meningkatkan penghasilan petani setempat,” ungkapnya.
 
Putu menambahkan, ketika terjadi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, AMMDes juga diterjunkan untuk dijadikan mesin penjernih air guna memenuhi kebutuhan air bersih. “Melalui fungsinya ini, AMMDes mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 9.000 orang dan menjual air minum dalam galon untuk 1.850 kepala keluarga (KK),” imbuhnya.
 
Sejalan dengan hal ini, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Yusra, menyampaikan keberadaan AMMDes bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, terutama di bidang pertanian dan kesehatan.
 
“Sembilan desa di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak mengalokasikan dana desa untuk pelayanan publik bidang kesehatan dan pencegahan stunting melalui AMMDES pengumpan ambulans,” ujar Yusra.

Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), Reiza Treistanto, menyampaikan proses produksi AMMDes KMWI melibatkan 63 vendor lokal yang 50 persen merupakan Industri Kecil Menengah (IKM). Selain itu, sebanyak 70 persen komponen dipenuhi secara lokal.
 
“AMMDes memiliki daya jelajah yang tinggi di berbagai medan serta dimensi yang kompak dan bobot ringan. Dengan satu liter solar, AMMDes ini mampu menempuh jarak 20 km dengan kondisi jalan yang mixed,” ungkap Rieza.
 
Saat ini, KMWI sudah memproduksi ambulance feeder Mark IV dengan berbagai fasilitas medis dan teknis seperti tabung oksigen, boks bayi, sirene, winch, dan lainnya. KMWI juga melakukan pelatihan operator AMMDes serta pelatihan medis untuk mendukung pemanfaatannya di lapangan.
 
“Ambulance feeder Mark IV ini merupakan hasil penyempurnaan dari tahapan monitoring, evaluation, learning, and adaptable (MELA) yang melibatkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta spesialis anak. Kami juga rutin berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Lebak dalam menjangkau fasilitas kesehatan,” jelasnya.
 
(UDA)
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif