Taksi Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa.
Taksi Green SM yang tertabrak kereta di Bekasi Timur. Foto: Istimewa.

Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Diawali Mobil Listrik Tertabrak KRL

Ekawan Raharja • 28 April 2026 14:34
Ringkasnya gini..
  • Kecelakaan kereta di Bekasi Timur bermula dari KRL tertemper mobil di perlintasan JPL 85.
  • Insiden berlanjut saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang berhenti di stasiun.
  • Kemenhub dan KNKT lakukan evakuasi dan investigasi untuk ungkap penyebab kecelakaan.
DKI Jakarta: Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi awal dugaan kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden ini bermula saat kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil listrik di perlintasan sebidang JPL 85.
 
"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper (menabrak) mobil di perlintasan sebidang JPL 85," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, dikutip dari Antara.
 
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak lanjutan, petugas menghentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
 
Baca Juga: Seberapa Besar Risiko Mobil Listrik Ganggu Persinyalan Kereta?
 
Namun, kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terjadi insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
 
Dudy menyatakan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan korban dan petugas di lapangan.
 
"Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan," ujar dia.
 
Selain itu, Kemenhub mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif. Dudy menegaskan pihaknya memberikan ruang kepada KNKT untuk melakukan investigasi independen.
 
Baca Juga: Ini Pernyataan Taksi Green SM Setelah Menjadi Penyebab Kecelakaan Kereta Api
 
"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” kata Dudy.
 
Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta hak sesuai ketentuan yang berlaku. Penyesuaian operasional KRL juga dilakukan, di mana perjalanan sementara hanya sampai Stasiun Bekasi.
 
Dudy bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah berada di lokasi sejak Senin malam hingga Selasa pagi untuk memimpin penanganan langsung.
 
Ia juga menyampaikan duka cita kepada korban dan berharap seluruh korban luka dapat segera pulih.
 
“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan," katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan