Mobil listrik ganggu medan elektromagnetik perlintasan kereta? Ini faktanya. istimewa
Mobil listrik ganggu medan elektromagnetik perlintasan kereta? Ini faktanya. istimewa

Seberapa Besar Risiko Mobil Listrik Ganggu Persinyalan Kereta?

Ahmad Garuda • 28 April 2026 10:44
Ringkasnya gini..
  • Kecelakaan kereta di perlintasan kereta ada dugaan awal tentang gangguan sistem informasi di pusat pengatur lalu lintas kereta.
  • Namun ada juga dugaan awal tentang pemicu awalnya adalah taksi listrik yang tertabrak kereta.
  • Penting diketahui beberapa fakta tentang mobil listrik dan medan elektromagnetik begitu pun dari kereta.
Jakarta - Kecelakaan kereta di perlintasan kereta ada dugaan awal tentang gangguan sistem informasi di pusat pengatur lalu lintas kereta. Namun ada juga dugaan awal tentang pemicu awalnya adalah taksi listrik yang tertabrak kereta. 
 
Benarkah ada magnetic interference atau pengaruh sistem kelistrikan di mobil listrik yang mengganggu sistem persinyalan di kereta atau sebaliknya? Penting diketahui beberapa fakta tentang mobil listrik dan medan elektromagnetik begitu pun dari kereta. 

Asal Medan Elektromagnetik di Rel Kereta

Rel kereta api modern menggunakan sistem kelistrikan untuk menggerakkan lokomotif dan mengatur sinyal lalu lintas kereta. Saat kereta melaju, arus listrik mengalir di rel, menciptakan medan elektromagnetik di sekitarnya.
 
Medan megnetik ini umumnya lemah di luar area dan sangat dekat dengan rel, sehingga efeknya terhadap kendaraan, termasuk mobil listrik, relatif minim. Apalagi saat Medcom.id melakukan kunjungan ke salah satu pabrik kendaraan listrik di Tiongkok pada akhir 2023 silam, sistem gelombang elektromagnetik ini pun telah diujikan ke mobil listrik.

Baca Juga:
Bukan Black Box, Ini Teknologi yang Bantu Analisa Kecelakaan Kereta


Sehingga bisa dibilang, pengaruh gelombang elektromagnetik ke mobil listrik dan sebaliknya ke luar yang merupakan dugaan awal penyebab terjadinya kecelakaan kereta di Bekasi, itu sangat minim.

Mobil Listrik Dirancang Tahan Gangguan

Produsen mobil listrik memang sudah memikirkan skenario seperti ini. Sistem baterai, motor listrik, hingga kontrol elektronik dilindungi oleh lapisan pelindung elektromagnetik. Hal ini sesuai dengan standar ketat EMC (Electromagnetic Compatibility) yang berlaku di industri otomotif global.

Artinya, kendaraan harus bisa tetap berfungsi normal meskipun berada di lingkungan dengan sinyal atau medan elektromagnetik tinggi. Bahkan, kabel dan komponen elektronik mobil listrik biasanya dibungkus isolasi khusus untuk mencegah gangguan dari luar.

Pengaruh Mobil Listrik Saat Melintas

Dari pemaparan yang diberikan oleh para teknisi di ruang pengujian elektromagnetik di kantor pusat BYD di Zhenshen, Tiongkok, bahwa risiko pengaruh gelombang elektromagnetik di mobil listrik sangat kecil.

Baca Juga:
Kendaraan Listrik Jadi Kunci Kemandirian Energi dan Ekonomi Indonesia


"Dalam kondisi normal, medan elektromagnetik di rel kereta tidak cukup kuat untuk mengacaukan sistem penggerak, baterai, atau perangkat elektronik mobil listrik. Namun, risiko bisa meningkat jika mobil mengalami kerusakan pada sistem pelindungnya," ujar para insinyur muda di markas BYD.
 
Atau bisa juga jika ada kebocoran atau gangguan di komponen kelistrikan. Karena itu, pemilik EV disarankan rutin melakukan servis dan pengecekan sistem kelistrikan, agar proteksi tetap optimal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan