Uji fitur autonomous di Wuling Almaz RS. Medcom.id/Ahmad Garuda
Uji fitur autonomous di Wuling Almaz RS. Medcom.id/Ahmad Garuda

Wuling Almaz RS, Memaknai Autonomous Sebagai Fitur

Ahmad Garuda • 02 April 2021 17:02

Lalu ada bend cruise assistance, fitur ini bekerja mengurangi kecepatan mobil saat memasuki tikugan. Sehingga kemungkinan untuk selip berkurang. FItur selanjutnya adalah mendeteksi jalur kendaraan tujuannya agar kendaraan Anda tetap berada di jalurnya. Fitur ini bekerja pada kecepatan 10-180 km per jam. Namun bukan berarti Anda melepaskan tangan dari kemudi. Lantaran fitur ini sifatnya hanya membantu saja. Misalnya untuk kondisi jalur yang menikung tajam, masih butuh diarahkan manual.
 
Fitur berikutnya adalah safe distance and braking assistance atau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan bantuan pengereman mendadak. Fitur ini bekerja pada kecepatan 7-150 km per jam. Fitur-fitur yang diadopsi dari mobil otonom ini tujuannya memang membantu pengemudi lebih aman dalam berkendara dan bukan untuk gaya-gayaan.
 
Wuling Almaz RS, Memaknai Autonomous Sebagai Fitur
Menyalakan mesin, menghidupkan pendingin kabin, membuka jendela, kontrol posisi parkir dan lainnya, bisa dilakukan dari gawai melalui aplikasi.

Kontrol Kendaraan dari Smartphone
Beberapa kendaraan dengan harga fantastis, kini tak lagi menggunakan anak kunci untuk menjalankan kendaraan. Beberapa di antaranya menggunakan kartu yang mirip kunci kamar hotel yang menggunakan sistem NFC. Namun brand Tiongkok ini membuat kunci yang bisa didapatkan dari aplikasi MyWuling+. Bentuknya bukan bentuk fisik lagi, namun dalam bentuk software.
 
Kontrol kendaraan dari gawai ini tak terlepas dari inovasi yang mereka namakan dengan Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE). Cakupan dari sistem yang mereka bangun ini pun cukup luas. Bukan hanya menyalakan kendaraan dari gawai, namun banyak fungsi lain seperti mengetaui posisi parkir mobil dan memandu pemilik kendaraan untuk berjalan ke mobilnya.
 
Masuknya pabrikan ini ke jenis kendaraan pintar dengan harga yang terjangkau, tentu jadi tantangan besar bagi pabrikan lain, terutama pabrikan Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki bahkan brand Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz. Selain menjelaskan bahwa teknologi canggih juga bisa terjangkau, sekaligus menjadi bukti keseriusan brand Tiongkok yang satu ini memanfaatkan teknologi internet untuk otomotif dunia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan