Berbicara soal mobil dengan sistem autonomous (otonom) atau mobil yang bisa beroperasi dengan sistem sendiri, tentu agak berat untuk dibuat untuk kondisi Indonesia. Selain karena teknologinya sangat tergantung dengan interkoneksi dengan kendaraan lain dan internet yang stabil, juga masih sangat tergantung dengan infrastruktur.
Namun mengadopsinya sebagai sebuah fitur untuk mempermudah proses berkendara, mulai kenyamanan, anti ribet, hingga dukungan terhadap sistem keselamatan berkendara, rasanya bukan hal yang sulit.
Hal ini pun dimaknai dengan jalan berbeda oleh Wuling. Pabrikan asal Tiongkok tersebut menyematkan ragam fitur di mobil terbaru mereka yaitu Almaz RS yang beberapa hari lalu resmi diniagakan untuk pasar otomotif di Indonesia. Mobil ini menjadi varian flagship mereka yang blak-blakan soal fitur terbaiknya.
Fitur Otonom untuk Keselamatan
Fitur asisten berkendara mobil, biasanya memang cukup lengkap di kendaraan dengan label harga cukup tinggi. Artinya kesempatan untuk merasakan dan mensosialisasikan teknologi canggih seperti ini pun hanya untuk orang-orang yang punya 'duit' saja.
Melepaskan tangan dari kemudi, untuk melihat simulasi fitur asisten berkendara. Terlihat mobil ini mengendalikan sendiri kemudinya menyesuaikan dengan jalur yang ada
Mendobrak hal itu, Wuling pun merilis fitur-fitur autonomous di varian Almaz RS sebagai cara untuk membantu pengemudi dalam berkeselamatan di jalan raya. Mobil yang dibanderol Rp. 354,8 juta (masih mendapat subsidi PPnBM nol persen, punya fitur yang mereka sebut dengan advanced driving asisstance system atau ADAS.
Adapun fitur bantuan yang mereka tawarkan di antaranya adalah adaptive cruise control (ACC). Fitur ini menyesuaikan dengan kecepatan objek kendaraan yang ada di depan sekaligus menjaga jarak aman. Anda bisa mengatur jarak aman antar kendaraan dengan tiga tahap penyesuaian. Fitur ini bekerja mulai dari 0-150 km per jam.
Lalu ada bend cruise assistance, fitur ini bekerja mengurangi kecepatan mobil saat memasuki tikugan. Sehingga kemungkinan untuk selip berkurang. FItur selanjutnya adalah mendeteksi jalur kendaraan tujuannya agar kendaraan Anda tetap berada di jalurnya. Fitur ini bekerja pada kecepatan 10-180 km per jam. Namun bukan berarti Anda melepaskan tangan dari kemudi. Lantaran fitur ini sifatnya hanya membantu saja. Misalnya untuk kondisi jalur yang menikung tajam, masih butuh diarahkan manual.
Fitur berikutnya adalah safe distance and braking assistance atau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan bantuan pengereman mendadak. Fitur ini bekerja pada kecepatan 7-150 km per jam. Fitur-fitur yang diadopsi dari mobil otonom ini tujuannya memang membantu pengemudi lebih aman dalam berkendara dan bukan untuk gaya-gayaan.
Menyalakan mesin, menghidupkan pendingin kabin, membuka jendela, kontrol posisi parkir dan lainnya, bisa dilakukan dari gawai melalui aplikasi.
Kontrol Kendaraan dari Smartphone
Beberapa kendaraan dengan harga fantastis, kini tak lagi menggunakan anak kunci untuk menjalankan kendaraan. Beberapa di antaranya menggunakan kartu yang mirip kunci kamar hotel yang menggunakan sistem NFC. Namun brand Tiongkok ini membuat kunci yang bisa didapatkan dari aplikasi MyWuling+. Bentuknya bukan bentuk fisik lagi, namun dalam bentuk software.
Kontrol kendaraan dari gawai ini tak terlepas dari inovasi yang mereka namakan dengan Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE). Cakupan dari sistem yang mereka bangun ini pun cukup luas. Bukan hanya menyalakan kendaraan dari gawai, namun banyak fungsi lain seperti mengetaui posisi parkir mobil dan memandu pemilik kendaraan untuk berjalan ke mobilnya.
Masuknya pabrikan ini ke jenis kendaraan pintar dengan harga yang terjangkau, tentu jadi tantangan besar bagi pabrikan lain, terutama pabrikan Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki bahkan brand Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz. Selain menjelaskan bahwa teknologi canggih juga bisa terjangkau, sekaligus menjadi bukti keseriusan brand Tiongkok yang satu ini memanfaatkan teknologi internet untuk otomotif dunia.
Berbicara soal mobil dengan sistem autonomous (otonom) atau mobil yang bisa beroperasi dengan sistem sendiri, tentu agak berat untuk dibuat untuk kondisi Indonesia. Selain karena teknologinya sangat tergantung dengan interkoneksi dengan kendaraan lain dan internet yang stabil, juga masih sangat tergantung dengan infrastruktur.
Namun mengadopsinya sebagai sebuah fitur untuk mempermudah proses berkendara, mulai kenyamanan, anti ribet, hingga dukungan terhadap sistem keselamatan berkendara, rasanya bukan hal yang sulit.
Hal ini pun dimaknai dengan jalan berbeda oleh Wuling. Pabrikan asal Tiongkok tersebut menyematkan ragam fitur di mobil terbaru mereka yaitu Almaz RS yang beberapa hari lalu resmi diniagakan untuk pasar otomotif di Indonesia. Mobil ini menjadi varian flagship mereka yang blak-blakan soal fitur terbaiknya.
Fitur Otonom untuk Keselamatan
Fitur asisten berkendara mobil, biasanya memang cukup lengkap di kendaraan dengan label harga cukup tinggi. Artinya kesempatan untuk merasakan dan mensosialisasikan teknologi canggih seperti ini pun hanya untuk orang-orang yang punya 'duit' saja.
Melepaskan tangan dari kemudi, untuk melihat simulasi fitur asisten berkendara. Terlihat mobil ini mengendalikan sendiri kemudinya menyesuaikan dengan jalur yang ada
Mendobrak hal itu, Wuling pun merilis fitur-fitur autonomous di varian Almaz RS sebagai cara untuk membantu pengemudi dalam berkeselamatan di jalan raya. Mobil yang dibanderol Rp. 354,8 juta (masih mendapat subsidi PPnBM nol persen, punya fitur yang mereka sebut dengan advanced driving asisstance system atau ADAS.
Adapun fitur bantuan yang mereka tawarkan di antaranya adalah adaptive cruise control (ACC). Fitur ini menyesuaikan dengan kecepatan objek kendaraan yang ada di depan sekaligus menjaga jarak aman. Anda bisa mengatur jarak aman antar kendaraan dengan tiga tahap penyesuaian. Fitur ini bekerja mulai dari 0-150 km per jam.