Menpora Senang Induk Cabor Sepakati Anggaran
Menpora Imam Nahrawi saat mengumumkan hasil Rakor soal Asian Games-Medcom.id/Kautsar
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar rapat koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia, dan semua perwakilan pengurus induk cabang olahraga, demi meningkatnya prestasi Indonesia di Asian Games 2018.

Rapat di Auditorium Wisma Kemenpora RI, Jumat 12 Januari 2018, membahas seputar persiapan kontingen Indonesia, termasuk soal dana bantuan pemerintah yang dibahas cukup alot.

Dana bantuan Pelatnas tiap cabor memang menjadi topik hangat dalam rapat Meski demikian, seluruh pihak terkait akhirnya sepakat bahwa pendatangan nota kesepahaman (MoU) anggaran, dilakukan pada hari ini.

Baca juga: Syafruddin: Seharusnya Media Memuat Pemberitaan Positif Asian Games

"Jadi seluruh cabor sudah sepakat dengan anggaran. Alhamdullilah, ini kekompakan luar biasa karena ada CdM," ujar Menpora Imam Nahrawi.


Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, menjelaskan terdapat Rp582 miiliar yang siap dibagikan kepada tiap induk cabor, yakni Rp452,3 miliar untuk cabor Asian Games dan Rp130 milar untuk Komite Paralimpiade Nasional (NPC).

Jumlah tersebut ditambah lagi dari optimalisasi dana internal Kemenpora sebesar Rp70 miliar. Alokasinya dibagi menjadi dua, yakni untuk try out sebesar Rp20 miliar dan kebutuhan kontingen sebanyak Rp50 miliar.

Baca juga: Tolak MoU, PB Cabor Terancam Tak Dapat Kucuran Dana Pelatnas

Dana tambahan itu hanya diberikan bagi cabor-cabor yang memiliki nomor pertandingan prioritas. Misalnya, di bulu tangkis ada sektor ganda putra dan ganda campuran yang paling berpeluang meraih medali emas. Jadi, persiapan para pemain yang tampil di nomor itulah yang diprioritaskan mendapat tambahan dana.

Tadinya masih banyak cabor yang kurang sepakat dengan besaran dana Pelatnas yang digelontorkan oleh Kemenpora. Atas dasar itu, banyak pengurus cabor protes dan belum berminat melakukan penandatangan MoU.

Namun, setelah digelarnya rapat koordinasi, permasalahan anggaran dinyatakan selesai. Para pengurus cabor juga wajib sepakat dengan dana yang sudah ditentukan. Jika tidak setuju, maka cabor dipersilakan ikut Asian Games dengan anggaran sendiri.

"Kalau menolak juga, artinya cabor itu tidak serius dan punya anggaran pribadi banyak sehingga tidak perlu bantuan kami," kata Mulyana.

Baca juga: Tekad Ihsan Maulana Tembus Peringkat 20 Dunia

Suwarno, selaku Wakil Ketua KONI turut menekankan agar seluruh induk cabor bisa melakukan persiapan maksimal dengan besaran dana yang telah ditetapkan Kemenpora. Ia yakin Indonesia pasti bisa mencapai target finis di urutan 10 besar jika memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Sementara Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, selaku CdM kontingen Indonesia juga menerangkan kesiapan kontingen Indonesia. Menurutnya, sekitar 90 persen cabor telah menjalani Pelatnas meskipun dana bantuan belum cair.

"Saat ini tinggal teknis-teknis kecilnya saja. Kemudian sudah ada 28 cabor yang menjalani Pelatnas. Sisanya dikejar hingga pertengahan Januari," kata Syarifuddin.

Hingga berita ini diturunkan terdapat 21 cabor yang telah menandatangani MoU dana bantuan Pelatnas. Sebanyak 19 sisanya masih ditunggu hingga pukul 23.00 WIB, Jika melewati batas waktu Jumat 12 Januari, induk cabor harus punya alasan kuat agar tetap diperbolehkan membubuhkan tandatangan.




(RIZ)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id