Priska Madelyn Nugroho saat tampil di ajang grand slam Australian Open 2019 kategori junior (Foto: Ist)
Priska Madelyn Nugroho saat tampil di ajang grand slam Australian Open 2019 kategori junior (Foto: Ist)

Priska Mulai Nyaman dengan Lapangan Rumput Wimbledon

Olahraga wimbledon tenis wimbledon
Achmad Firdaus • 10 Juli 2019 14:22

Priska mengaku sempat kesulitan bermain di lapangan rumput Wimbledon. Meski demikian, ia berhasil beradaptasi dan melaju hingga babak 16 besar di kategori junior tunggal putri.


Jakarta: Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih tersisa di pentas Wimbledon 2019. Petenis 16 tahun ini baru saja memastikan diri lolos ke babak ketiga kategori junior tunggal putri.
 
Priska memastikan diri lolos ke babak ketiga atau 16 besar usai mengalahkan wakil Prancis, Aubane Droguet, Rabu 10 Juli 2019. Sempat kalah di set pertama, Priska bangkit dan menang 3-6, 6-4 dan 6-0.
 
Priska mengatakan, bermain di Wimbledon yang menggunakan lapangan rumput menjadi tantangan tersendiri buatnya. Sebab, ia biasa bermain di lapangan keras atau Hard Court.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya main di rumput lima tahun lalu di Australia hanya satu kali, dan rasanya bukan permukaan yang lazim saya mainkan. Tapi kemudian saya mulai menyukainya seiring permainan yang saya lalui di sini," tutur Priska.

Baca:Petenis Indonesia Melenggang ke Babak Ketiga Wimbledon Junior 2019


Meski baru menjajal kejuaraan Wimbledon untuk pertama kalinya, namun Priska berhasil masuk hingga putaran 16 besar di nomor junior tunggal putri dan akan berhadapan dengan petenis asal Ceko Linda Fruhvirtova.
 
"Ini pertama kalinya ikut Wimbledon, sulit dipercaya. Saya menikmati semuanya, fasilitasnya, semuanya sangat bagus. Tidak banyak petenis Indonesia yang berkompetisi di turnamen internasional, dan mereka sangat mendukung, mereka menonton pertandingan saya dan saya berterima kasih pada mereka," ujar petenis kelahiran 29 Mei 2003 itu.
 
Keterlibatan Priska di Wimbledon juga tak lepas dengan bergabungnya dia dengan Grand Slam Development Fund, sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) yang mengajak petenis dari seluruh dunia untuk ikut berkompetesi di ajang Grand Slam.

Baca juga:Serena dan Halep Lolos ke Semifinal


Menurut Priska, bergabung dengan GSDF selain memberikan keuntungan berupa pengalaman bertanding di ajang Grand Slam, juga menambah kualitas bermain berkat pelatihan yang sangat baik.
 
"Saya sangat beruntung bisa bergabung dengan tim ini. mereka sudah membayar untuk semuanya. Di tim ini saya belajar banyak, terutama saat musim tanah liat. Kalau saya
mungkin harus bermain lebih agresif," katanya menerangkan kekurangan yang masih ingin diasah.
 
Meski baru bergabung selama dua bulan, bermula saat musim tanah liat, namun Priska sudah mendapat penilaian dan dukungan yang apik dari seluruh anggota tim GSDF, baik dari pelatih maupun sesama pemain.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?PSG Akan Beri Sanksi Berat Untuk Neymar


 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif