Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran regulasi keuangan Liga Inggris. Keputusan tersebut diumumkan setelah proses penyelidikan selama empat tahun sejak klub pertama kali didakwa pada Februari 2023.
Klub yang telah memenangkan delapan gelar liga sejak diakuisisi oleh Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al Nahyan pada 2008 itu terbukti melanggar aturan keuangan secara sistematis pada periode 2009 hingga 2018. Pimpinan klub dinilai sengaja meningkatkan pendapatan secara artifisial untuk menghindari regulasi yang berlaku.
Ini Daftar Pelanggaran Finansial Man City
Dalam laporan resminya, komisi independen membeberkan sejumlah pelanggaran utama yang dilakukan Manchester City selama periode musim 2009/2010 hingga 2017/2018.
1. Kontrak Fiktif: Manchester City membuat sejumlah kontrak fiktif dengan mitra komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Langkah tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus mengurangi biaya operasional.
2. Laporan Keuangan Palsu: Klub menyerahkan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya serta menyembunyikan informasi keuangan dari auditor dan regulator sepak bola.
3. Pelanggaran Batas Pengeluaran: Manchester City terbukti melakukan pelanggaran signifikan terhadap batas pengeluaran yang ditetapkan oleh Premier League (PL) dan Union of European Football Associations (UEFA).
3. Kegagalan Bekerja Sama: Manchester City dinyatakan melanggar kewajiban untuk bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik. Dari empat dugaan pelanggaran terkait penyidikan, tiga di antaranya dinyatakan terbukti.
Premier League Segera Tentukan Sanksi untuk Manchester City
Chief Executive Officer (CEO) Premier League, Richard Masters, menegaskan bahwa putusan komisi independen tersebut membenarkan langkah yang diambil pihak penyelenggara liga sejak dugaan pelanggaran terungkap melalui bocoran peretas asal Portugal yang diungkap oleh majalah Jerman, Der Spiegel, pada 2018 silam.
"Keputusan utama ini menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut. Putusan ini menjelaskan bagaimana klub secara sistematis melanggar peraturan Premier League selama hampir satu dekade," ujar Richard Masters melalui pernyataan resminya, Selasa (29/9/2026).
Richard Masters menambahkan bahwa penegakan aturan penting untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta kompetisi.
"Sangat penting bagi liga untuk tetap kompetitif dan adil bagi seluruh klub dan suporter. Kasus disipliner ini dan keputusan ini merupakan yang paling signifikan dalam sejarah Premier League," tegas Masters.
Ia juga menegaskan komitmen Premier League untuk segera menyelesaikan proses penentuan sanksi bagi Manchester City.
"Masih ada sejumlah hal dalam kasus ini yang belum diputuskan, termasuk yang terpenting, sanksi apa yang harus diberikan atas pelanggaran tersebut. Kini kami telah menerima keputusan komisi. Kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan sisa proses demi memberikan kepastian bagi liga, klub-klub, dan para suporter," tutupnya.
(Ahmad Raul)