Manchester City Resmi Dinyatakan Bersalah atas Pelanggaran Keuangan oleh Premier League. (Foto: PAUL ELLIS / AFP)
Manchester City Resmi Dinyatakan Bersalah atas Pelanggaran Keuangan oleh Premier League. (Foto: PAUL ELLIS / AFP)

Premier League

Manchester City Resmi Bersalah, Pelanggaran Keuangan Capai Rp21 Triliun

Alfa Mandalika • 30 September 2026 00:50
Ringkasnya gini..
  • Manchester City resmi dinyatakan bersalah atas pelanggaran regulasi keuangan Premier League pada 2009 hingga 2018.
  • Manchester City terbukti menggunakan kontrak fiktif, laporan keuangan palsu, dan melanggar batas pengeluaran.
  • Premier League kini akan menentukan sanksi bagi Manchester City setelah putusan komisi independen.
Manchester: Premier League secara resmi menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran regulasi keuangan terkait pembayaran fiktif dan penggelembungan pendapatan lebih dari £900 juta atau sekitar Rp21 triliun.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran regulasi keuangan Liga Inggris. Keputusan tersebut diumumkan setelah proses penyelidikan selama empat tahun sejak klub pertama kali didakwa pada Februari 2023.

Klub yang telah memenangkan delapan gelar liga sejak diakuisisi oleh Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al Nahyan pada 2008 itu terbukti melanggar aturan keuangan secara sistematis pada periode 2009 hingga 2018. Pimpinan klub dinilai sengaja meningkatkan pendapatan secara artifisial untuk menghindari regulasi yang berlaku.
 

Ini Daftar Pelanggaran Finansial Man City


Dalam laporan resminya, komisi independen membeberkan sejumlah pelanggaran utama yang dilakukan Manchester City selama periode musim 2009/2010 hingga 2017/2018.

1. Kontrak Fiktif: Manchester City membuat sejumlah kontrak fiktif dengan mitra komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Langkah tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus mengurangi biaya operasional.

2. Laporan Keuangan Palsu: Klub menyerahkan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya serta menyembunyikan informasi keuangan dari auditor dan regulator sepak bola.
 
3. Pelanggaran Batas Pengeluaran: Manchester City terbukti melakukan pelanggaran signifikan terhadap batas pengeluaran yang ditetapkan oleh Premier League (PL) dan Union of European Football Associations (UEFA).

3. Kegagalan Bekerja Sama: Manchester City dinyatakan melanggar kewajiban untuk bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik. Dari empat dugaan pelanggaran terkait penyidikan, tiga di antaranya dinyatakan terbukti.
 

Premier League Segera Tentukan Sanksi untuk Manchester City


Chief Executive Officer (CEO) Premier League, Richard Masters, menegaskan bahwa putusan komisi independen tersebut membenarkan langkah yang diambil pihak penyelenggara liga sejak dugaan pelanggaran terungkap melalui bocoran peretas asal Portugal yang diungkap oleh majalah Jerman, Der Spiegel, pada 2018 silam.

"Keputusan utama ini menetapkan fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut. Putusan ini menjelaskan bagaimana klub secara sistematis melanggar peraturan Premier League selama hampir satu dekade," ujar Richard Masters melalui pernyataan resminya, Selasa (29/9/2026).

Richard Masters menambahkan bahwa penegakan aturan penting untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta kompetisi.
 
"Sangat penting bagi liga untuk tetap kompetitif dan adil bagi seluruh klub dan suporter. Kasus disipliner ini dan keputusan ini merupakan yang paling signifikan dalam sejarah Premier League," tegas Masters.

Ia juga menegaskan komitmen Premier League untuk segera menyelesaikan proses penentuan sanksi bagi Manchester City.

"Masih ada sejumlah hal dalam kasus ini yang belum diputuskan, termasuk yang terpenting, sanksi apa yang harus diberikan atas pelanggaran tersebut. Kini kami telah menerima keputusan komisi. Kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan sisa proses demi memberikan kepastian bagi liga, klub-klub, dan para suporter," tutupnya.
 
(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan