Jika Gelar Manchester City Dicabut, Sejarah Liga Inggris Bisa Berubah. (Foto: Getty Images)
Jika Gelar Manchester City Dicabut, Sejarah Liga Inggris Bisa Berubah. (Foto: Getty Images)

Premier League

Bagaimana Jika Trofi Man City Dicabut? MU Bisa Dapat 3 Gelar Liga Inggris!

Alfa Mandalika • 29 September 2026 22:41
Ringkasnya gini..
  • Publik mulai membicarakan hukuman pencabutan trofi Manchester City setelah mereka dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan.
  • Pencabutan gelar dapat mengubah daftar juara Premier League serta membuka peluang pengakuan gelar retrospektif bagi klub lain.
  • Skenario tersebut juga dapat berdampak pada Piala FA dan Carabao Cup, dengan preseden pengalihan gelar dari skandal Calciopoli 2006.
Jakarta: Manchester City terancam kehilangan sejumlah gelar setelah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi keuangan Premier League. Muncul sebuah pertanyaan, apa yang terjadi jika trofi Man City dicabut? Ini ulasan lengkapnya.

Sejak menjuarai Piala FA, Community Shield, dan satu Piala Super UEFA, sepanjang 2011 hingga 2026. Manchester City telah mengoleksi 26 trofi utama, termasuk delapan gelar Premier League. Jika hukuman pencabutan gelar diterapkan, sebagian sejarah sepak bola Inggris dalam beberapa tahun terakhir berpotensi berubah.
   

Skenario Pencabutan Gelar Man City


Manchester City saat ini mengoleksi 10 gelar juara Liga Inggris. Jika delapan gelar yang diraih dalam 15 musim terakhir dicabut, posisi City dalam daftar klub dengan gelar liga terbanyak sepanjang masa akan turun ke peringkat ke-15, sejajar dengan Portsmouth, Burnley, dan Tottenham Hotspur.

Jika gelar-gelar tersebut kemudian diberikan kepada tim yang finis di posisi kedua, catatan sejarah kompetisi juga akan berubah.
 
Skenario Pencabutan Gelar Liga Inggriss_11zon
(Catatan: Masih belum ada konfirmasi apakah ada trofi yang akan dicabut oleh Premier League atau badan kompetisi lainnya)

Manchester United berpotensi mendapat tiga gelar retrospektif untuk musim 2012, 2018, dan 2021.

Liverpool berpotensi mendapat gelar musim 2014, 2019, dan 2022. Sementara itu, Arsenal berpeluang meraih trofi untuk musim 2023 dan 2024.

Skenario tersebut juga akan mengubah catatan sejumlah manajer, seperti Ole Gunnar Solskjaer, Brendan Rodgers, dan Mikel Arteta, dalam sejarah Liga Inggris.
 

Stoke City dan Watford Berpeluang Dapat Gelar Juga


Dampak pencabutan trofi juga dapat meluas ke kompetisi domestik seperti Piala FA Cup atau Carabao Cup. Stoke City dan Watford berpeluang diakui sebagai juara Piala FA edisi 2011 dan 2019. Sementara itu, Sunderland, Aston Villa, dan Tottenham Hotspur berpotensi mendapat gelar Piala Liga.

Mantan manajer Stoke City, Tony Pulis, menyuarakan kekecewaannya atas kekalahan dari Manchester City pada final Piala FA 2011.

"Saya merasa telah dirugikan karena kehilangan kesempatan memenangkan Piala FA," kata Tony Pulis seperti dikutip dari BBC, Minggu (27/9/2026).
 
Dukungan serupa disampaikan oleh mantan pemain Manchester United, David de Gea dan Rio Ferdinand. Keduanya berharap klub mereka mendapat keadilan terkait gelar yang dianggap seharusnya menjadi milik mereka.

“Jadi… mari kita diskusikan. Berapa trofi Premier League yang telah saya menangkan?” tulis De Gea di akun X pribadinya setelah kabar Manchester City dinyatakan bersalah mencuat.

“Tampaknya gelar Premier League kami akan bertambah di lemari klub,” tulis Ferdinand di akun X pribadinya.
 

Berkaca Skandal Calciopoli Serie A 2006


Sepak bola memiliki preseden terkait pengalihan gelar akibat keputusan administratif, yakni skandal Calciopoli di Serie A pada 2006. Saat itu, gelar Juventus dicabut dan diberikan kepada Inter Milan.

Mantan presiden Inter Milan, Giacinto Facchetti, menilai pemberian trofi tersebut sebagai bentuk penegakan etika olahraga.

"Ini adalah scudetto keadilan dan penghormatan terhadap aturan. Ini adalah Scudetto yang datang ketika sepak bola Italia memutuskan untuk menempatkan etika sebagai pusat dari segala sesuatu," kata Facchetti seperti dikutip melalui The Athletic.
 
Meski demikian, gelar yang diperoleh melalui keputusan administratif tetap terasa berbeda bagi pemain yang tidak meraihnya di lapangan.

"Juventus memenangkan scudetto tersebut karena mereka memiliki pemain-pemain hebat. Ketika diketahui bahwa scudetto diberikan kepada Inter, saya merasa para pemain tidak menganggap gelar itu benar-benar milik mereka," kata mantan penyerang Inter Milan, Alvaro Recoba.

Pelatih Inter Milan saat itu, Roberto Mancini, juga menekankan pentingnya menjadikan keputusan tersebut sebagai motivasi bagi tim.

"Kita semua tahu bahwa merayakan di lapangan adalah sesuatu yang berbeda, tetapi scudetto ini harus menjadi motivasi tambahan untuk musim berikutnya," ucap Mancini.

(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan