Mauricio Pochettino, Pelatih Kepala Amerika Serikat. (Foto oleh ALEX GRIMM / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Mauricio Pochettino, Pelatih Kepala Amerika Serikat. (Foto oleh ALEX GRIMM / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Man City Dinyatakan Bersalah atas 114 Dakwaan, Pochettino Sentil Keadilan Olahraga

Alfa Mandalika • 29 September 2026 18:59
Ringkasnya gini..
  • Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi keuangan Premier League.
  • Mauricio Pochettino menilai sanksi apa pun tidak dapat mengembalikan dampak yang terjadi selama periode dugaan pelanggaran.
  • Pochettino juga berharap kasus tersebut dapat mendorong terciptanya persaingan yang lebih setara di masa depan. Manchester City berencana mengajukan banding, sementara sanksi belum diumumkan.
Jakarta: Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi keuangan Liga Primer Inggris atau Premier League. Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, turut menyoroti putusan tersebut dengan menyebut dunia sepak bola telah melewati periode ketika keadilan olahraga tidak ada.
 
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League. Putusan tersebut keluar setelah proses penyelidikan yang berlangsung selama empat tahun sejak Manchester City pertama kali didakwa pada Februari 2023.
 
Panel independen menemukan Manchester City bersalah atas berbagai pelanggaran aturan keuangan. The Athletic, seperti dilaporkan ESPN pada Jumat, menyebut 114 dari 115 dakwaan terhadap klub tersebut telah dikuatkan.
   

Sanksi terhadap Manchester City belum diumumkan. Namun, klub tersebut berencana mengajukan banding atas keputusan panel independen.
 

Kasus Berawal dari Kebocoran Dokumen

 
Kasus Manchester City bermula setelah dokumen keuangan klub bocor dan dipublikasikan media Jerman, Der Spiegel, pada November 2018.
 
Premier League kemudian menuduh Manchester City gagal memberikan informasi keuangan yang akurat, termasuk terkait pendapatan, pembayaran pemain, dan pembayaran kepada pelatih selama periode 2009 hingga 2018.
 
Pochettino turut menyoroti dampak kasus tersebut karena dirinya berada di Premier League pada sebagian periode yang menjadi objek penyelidikan.
 
 
Pelatih asal Argentina itu pernah menangani Southampton selama 15 bulan, Tottenham Hotspur selama lima tahun, dan Chelsea selama satu musim.
 

Pochettino Soroti Dampak Pelanggaran

 
Pochettino menilai sanksi yang nantinya diberikan tidak akan mampu mengembalikan situasi yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
 
"Hukuman apa pun, tidak mungkin untuk memutar kembali waktu. Hal itu telah menimbulkan banyak kerusakan. Banyak klub yang mengikuti aturan dan beberapa tidak," ujar Pochettino dikutip dari ESPN.
 
"Mungkin mereka berpikir bahwa hukuman apa yang akan mereka lakukan? Hukuman ekonomi? Pengurangan poin? Ini benar-benar sulit."
 
Pochettino kemudian menyoroti dampak kasus tersebut terhadap persaingan olahraga yang berlangsung pada periode ketika dugaan pelanggaran terjadi.
   

"Ini situasi yang sangat menyedihkan karena apa yang telah dicapai dan dirayakan mungkin tidak nyata, dan apa yang tidak begitu baik seharusnya bisa lebih baik," kata Pochettino.
 
"Kita telah melewati periode di mana keadilan olahraga tidak ada. Jika tuduhan terbukti, sangat sulit untuk memperbaiki apa yang telah terjadi. Saya berharap setidaknya ini dapat memastikan kesetaraan ada di masa depan."

Pochettino Kenang Pengalaman Bersama Tottenham di EPL

 
Pochettino juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah membahas situasi Manchester City ketika masih menangani Tottenham Hotspur.
 
Tottenham menjadi salah satu klub yang bersaing dengan Manchester City dalam perebutan gelar juara Liga Primer Inggris selama Pochettino berada di klub London tersebut.
 
"Saat itu saya mengatakan mengenai situasi Chelsea ketika kami bersaing memperebutkan gelar juara dengan mereka saat saya masih di Tottenham, bahwa mereka lebih baik karena mendapatkan lebih banyak poin, tetapi dengan melanggar aturan. Bagaimana cara memperbaiki hal itu?"
 
Putusan terhadap Manchester City kini masih menunggu penetapan sanksi. Di sisi lain, rencana banding klub akan menjadi bagian lanjutan dari proses hukum dan regulasi yang telah berlangsung sejak kasus tersebut mencuat.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan