Gazza masih gagal mempersembahkan trofi untuk Inggris di Piala Eropa 1996 karena kalah dari Jerman lewat adu penalti pada fase semifinal. Namun, dia tetap dipanggil membantu negaranya untuk menyongsong Piala Dunia 1998 di Prancis.
Sayangnya, pelatih Glenn Hoddle malah mencoret Gazza dari skuat ketika Inggris sudah memastikan diri masuk ke putaran final. Alasannya sepele, cuma karena kasus indisipliner makan kebab hingga larut malam saat fase kualifikasi bersama temannya, DJ Chris Evans.
Kecewa namanya dicoret, Gazza melakukan kekacauan dengan merusak kamar hotel Hoddle. Kemudian setelah itu, dia tidak pernah mau lagi membela Inggris meski belum pernah mempersembahkan trofi dan baru menyumbang 10 gol dari 57 kali bertanding.
Berakhir pahitnya karier internasional, membuat Gazza terjerumus makin dalam ke lubang hitam kecanduan alkohol. Kariernya di level klub memang sempat berlanjut ketika bergabung dengan Middlesbrough, Everton, Burnley, Gansu Tianma dan Boston United hingga 2004. Tapi malah sisi negatif kehidupan di luar lapangannya yang kerap menjadi berita utama.
Tercatat dari kurun waktu 1998 hingga 2018, banyak pelanggaran sosial yang dia lakukan akibat pengaruh alkohol, termasuk menyetir sambil mabuk, berkelahi, hingga pelecehan seksual. Bahkan pada 2008, dia masuk rumah sakit karena nyaris bunuh diri akibat kelebihan dosis alkohol dan narkoba.
Berbagai dukungan sudah dilakukan untuk menyelamatkan Gazza dari kecanduan alkohol yang membuatnya mengalami bipolar, tak terkecuali membawanya terapi maupun menjalani rehabilitasi. Namun dia belum terdengar berkesibukan di sekitar sepak bola lagi sejak melakoni laga persahabatan antara Tottenham Hotspur Legend vs Inter Forever pada 2019.
Paul Gascoigne di laga Tottenham Hotspur Legend vs Inter Forever (Daniel LEAL-OLIVAS / AFP)

Meski kariernya berakhir tragis, gaya bermain dan semangat Gazza di lapangan tetap menginspirasi gelandang-gelandang serang terbaik Inggris pada era berikutnya. Wayne Rooney sebagai mantan bintang Manchester United pernah berguru kepada Gazza ketika keduanya sama-sama membela Everton. Kemudian, mantan kapten Liverpool Steven Gerrard juga sudah mengidolakannya sejak remaja. (berbagai sumber)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News