Legend! Paul Gascoigne tidak terlalu sering mempersembahkan trofi untuk tim yang dibelanya. Namun perjalanan hidup dan gaya bermainnya di lapangan tengah selalu dicintai para fans, khususnya di Inggris. Gol-gol krusial lewat penetrasi ke kotak penalti atau tendangan bebas, kerap tercipta dari kakinya.
Gazza--nama panggilan Gascoigne lahir dan besar di Gateshead, Inggris pada 27 Mei 1967 silam. Dia diberi nama Paul John Gascoigne karena ayahnya penggemar Paul McCartney dan John Lennon yang tak lain personel grup musik legendaris the Beatles.
Ketertarikannya terhadap sepak bola tak lepas dari pengaruh orang-orang lingkungan rumahnya yang merupakan pendukung Newcastle United. Gazza juga bukan berasal dari keluarga kaya dan sempat menggunakan bola tenis untuk melatih kakinya.
Kehidupan masa remaja Gazza dilalui dengan berbagai kenakalan, tak terkecuali masuk pengadilan akibat tabrak lari dan mengutil untuk menyalurkan kesenangan bermain mesin gim. Meski begitu, dia tipikal orang yang sangat menyayangi keluarga.
Mengetahui perekonomian orang tuanya yang tidak bagus, Gazza tidak minder. Dia malah makin termotivasi menjadi tulang punggung keluarga lewat sepak bola. Menginjak umur 16 tahun, Gazza akhirnya diterima sebagai pemain muda Newcastle United.
Gazza tampak gemuk dan masih hobi jajan sembarangan ketika pertama kali ditangani pelatih Newcastle, Jack Charlton. Meski posturnya dianggap Charlton sebuah keuntungan saat kontak fisik, Gazza tetap diminta menurunkan berat badan dan itu bisa dia lakukan dengan latihan keras.
Hanya butuh waktu dua tahun bagi Gazza untuk dilirik masuk tim utama Newcastle dan memperoleh gaji pertamanya sebagai pemain profesional. Setelah itu, dia langsung populer di Inggris dengan membawa Newcastle finis ke-11 pada kompetisi Divisi Utama (cikal bakal Liga Primer Inggris) musim 1985--1986.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan