Paul Gascoigne. (LEON NEAL / AFP)
Paul Gascoigne. (LEON NEAL / AFP)

Legend! Paul Gascoigne: Gelandang Kreatif Inggris yang Terjerumus ke Lubang Hitam

Kautsar Halim • 09 April 2021 17:15

 
The Three Lions bahkan harus terima menjadi juara keempat karena kalah dari tuan rumah Italia dengan skor 2-1 pada perebutan tempat ketiga. Masing-masing gol Italia dicetak Roberto Baggio (menit ke-71) dan Salvatore Schillaci (menit ke-86), sedangkan gol Inggris berasal dari David Andrew Platt (menit ke-81).
 
Meski gagal mengangkat trofi Piala Dunia 1990, warga Inggris tetap menyambut meriah kepulangan pemain timnas negaranya yang melakukan pawai menggunakan bus tingkat atap terbuka. Gazza pun ikut merayakan sambil mengenakan rompi kocak berbentuk badan tambun bertelanjang dada.

Setelah itu, nama Gazza masuk dalam daftar tim terbaik versi PFA musim 1990--1991 seiring Spurs mencapai final Piala FA. Kontribusinya yang cukup fenomenal kembali terekam ketika melancarkan tendangan bebas jarak jauh untuk membuka keunggulan Spurs melawan Arsenal di fase semifinal yang berakhir dengan skor 3-1.
 
Mirisnya, Gazza malah tidak ikut mengangkat trofi juara Piala FA yang diidam-idamkan karena kena tekel pemain Nottingham Forest ketika fase final bergulir 15 menit.  Padahal, Spurs mampu menang atas Nottingham dengan skor 2-1 lewat perpanjangan waktu.
 
Situasi mulai berubah setelah cedera lutut. Depresi melanda dan dia mulai intens menenggak minuman keras demi menenangkan diri. Bahkan, proses pemulihan cedera dipersulit dengan sifat nyelenehnya yang memicu pertengkaran di sebuah kelab malam.
 
Setelah sepanjang musim 1991--1992 habis untuk pemulihan cedera, Gazza akhirnya pindah ke Lazio karena semua pihak sudah terlanjur menjalin kesepakatan menjelang final Piala FA. Sambutan fans di Italia pun sangat bagus, meski performa musim pertamanya buruk.
 
Cedera lutut kanan yang kambuh memaksa Gazza istirahat setahun lagi. Tapi setelah itu, dia makin dipuja fans Lazio karena mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 ketika melawan rival bebuyutan, AS Roma. Kemudian, Lazio juga bisa finis kelima pada akhir musim yang artinya kembali ke kompetisi Eropa setelah 16 tahun absen.
 
 
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan