Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu akhirnya memastikan kemenangan Spanyol sekaligus menghadirkan gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah bagi La Roja.
Kekalahan tersebut tak hanya membuat Argentina gagal mempertahankan gelar, tetapi juga menciptakan rekor negatif dalam sejarah laga final. Untuk pertama kalinya, sebuah tim gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada partai final Piala Dunia.
Sejak awal pertandingan, Argentina kesulitan mengembangkan permainan akibat disiplin organisasi pertahanan Spanyol. Anak asuh Luis de la Fuente tampil rapat dalam menjaga ruang antarlini sehingga membuat Lionel Messi dan kolega kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Baca Juga :
Tangan Dingin La Fuente Antar Spanyol Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan dalam 38 Laga Beruntun!
Tekanan tinggi yang diterapkan La Roja juga memaksa Argentina beberapa kali kehilangan bola dan melakukan kesalahan umpan. Tim yang sebelumnya dikenal tajam sepanjang turnamen justru tidak mampu menunjukkan ketajamannya pada pertandingan paling menentukan.
Solidnya lini belakang Spanyol menjadi salah satu faktor utama yang meredam agresivitas Albiceleste. Selain unggul dalam skor akhir, Spanyol juga mendominasi jalannya pertandingan berdasarkan statistik. Argentina hanya menguasai bola sebanyak 35 persen sepanjang 120 menit pertandingan.
Lebih mencolok lagi, Argentina hanya mampu melepaskan dua percobaan tembakan. Dari jumlah tersebut, satu tembakan melenceng dan satu lainnya berhasil diblok pemain Spanyol. Tidak ada satu pun upaya yang mengarah tepat ke gawang lawan.
Statistik tersebut mencatatkan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah final Piala Dunia. Argentina menjadi tim pertama yang gagal menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran pada laga puncak sejak kompetisi pertama kali digelar pada 1930.
Catatan tersebut menjadi kontras dengan performa Argentina sepanjang turnamen. Sebelum final, Albiceleste dikenal sebagai salah satu tim paling produktif, namun efektivitas mereka benar-benar hilang ketika menghadapi pertahanan disiplin milik Spanyol.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda