Al Hilal mengumumkan kedatangan Martinelli pada Kamis (3/9/2026). Pemain berusia 25 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dan akan segera bergabung dengan skuad asuhan Simone Inzaghi.
Transfer ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Arsenal. Biaya 60 juta poundsterling yang diterima The Gunners menjadikan Martinelli sebagai penjualan termahal dalam sejarah klub, melewati rekor sebelumnya ketika Alex Oxlade-Chamberlain dilepas ke Liverpool dengan nilai 35 juta poundsterling pada 2017.
Selain itu, Arsenal juga mendapatkan persentase dari nilai transfer Martinelli di masa depan.
Martinelli Tinggalkan Arsenal Setelah Tujuh Tahun
Martinelli bergabung dengan Arsenal setelah direkrut dari klub Brasil, Ituano pada 2019. Saat itu, ia masih berusia 18 tahun.
Selama tujuh tahun di London Utara, Martinelli berkembang menjadi salah satu pemain penting Arsenal. Ia mencatatkan 278 penampilan dan 62 gol bersama The Gunners di berbagai kompetisi.
Ia juga menjadi bagian dari skuad yang mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk kembali menjuarai Premier League musim lalu.
Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan Martinelli di Arsenal. Ia tampil dalam 53 pertandingan ketika The Gunners meraih gelar Premier League dan mencapai final Liga Champions. Namun, posisinya mulai berubah memasuki musim baru.
Martinelli bahkan tidak masuk skuad Arsenal pada dua pertandingan awal Premier League 2026/2027 melawan Coventry City dan Aston Villa. Arsenal sebelumnya juga mendatangkan Christos Tzolis untuk memperkuat posisi sayap kiri.
Situasi tersebut membuat peluang Martinelli untuk mendapatkan menit bermain reguler semakin kecil. Kepindahan ke Al Hilal akhirnya menjadi jalan keluar bagi kedua pihak.
Arsenal Dapat Suntikan Dana Besar
Dari sisi Arsenal, penjualan Martinelli memberikan pemasukan besar sekaligus membuka ruang dalam komposisi skuad.
The Gunners sebelumnya sudah melepas sejumlah pemain pada musim panas ini, termasuk Gabriel Jesus dan Leandro Trossard. Namun, kepergian Martinelli membuat kedalaman lini serang Arsenal menjadi sorotan karena klub hanya mendatangkan Tzolis sebagai tambahan utama di posisi sayap.
Arsenal sebenarnya sempat dikaitkan dengan sejumlah penyerang top untuk memperkuat skuad Mikel Arteta. Namun, hingga bursa transfer Inggris ditutup, klub tidak berhasil mendatangkan nama besar tambahan di lini depan.
Kondisi tersebut membuat kepergian Martinelli cukup menarik perhatian. Arsenal memang mendapatkan keuntungan finansial besar, tetapi harus menjalani musim panjang dengan opsi serangan yang lebih terbatas.
Al Hilal Sambut Martinelli dengan Ambisi Besar
Bagi Al Hilal, Martinelli menjadi tambahan penting untuk lini serang mereka.
Klub Arab Saudi tersebut menyebut Martinelli sebagai pemain yang memiliki pengalaman di level tertinggi. Ia tidak hanya tampil di Premier League dan Liga Champions, tetapi juga telah memperkuat Brasil di sejumlah turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2022 dan 2026.
Martinelli juga langsung diproyeksikan bergabung dalam sesi latihan Al Hilal. Sang winger diharapkan pihak klub untuk segera beradaptasi dan bisa menjalani debut dalam laga kontra Al Shabab, Jumat (4/9/2026) waktu setempat.
Menariknya, Martinelli datang ketika Al Hilal sedang berada dalam momentum positif. Mereka memimpin klasemen Saudi Pro League dengan catatan sempurna setelah memenangi empat pertandingan pertama musim ini.