Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente memegang trofi Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram @fifaworldcup)
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente memegang trofi Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram @fifaworldcup)

Piala Dunia 2026

Tangan Dingin La Fuente Antar Spanyol Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan dalam 38 Laga Beruntun!

Alfa Mandalika • 20 Juli 2026 16:57
Ringkasnya gini..
  • Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol meraih dua pencapaian besar pada 2026, yakni menjuarai Piala Dunia FIFA dan mencetak rekor 38 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun
  • Rekor tersebut melampaui catatan Italia yang sebelumnya bertahan dengan 37 laga tanpa kekalahan.
  • Keberhasilan itu lahir dari perpaduan pemain senior dan generasi muda yang tampil konsisten sepanjang turnamen. La Roja juga hanya kebobolan satu gol hingga akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Jakarta: Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia usai sukses mengantarkan La Roja menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 sekaligus mencetak rekor baru dengan 38 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun.
 
Rekor tersebut dipastikan setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak tambahan waktu pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB. Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-102 memastikan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
 
Keberhasilan itu sekaligus memperpanjang laju tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan sejak 2024. Catatan tersebut membuat La Roja resmi melampaui rekor dunia milik Italia yang sebelumnya mencatatkan 37 pertandingan tanpa kekalahan pada periode 2018 hingga 2021.
 
Di bawah arahan Luis de la Fuente, Spanyol menjelma menjadi tim yang tampil konsisten di setiap lini. Mantan pelatih tim kelompok umur Spanyol itu berhasil memadukan pengalaman para pemain senior dengan talenta muda yang sedang berkembang pesat.
   
 
Nama-nama seperti Rodri menjadi motor permainan di lini tengah, sementara Lamine Yamal, Nico Williams, Pedri, hingga Pau Cubarsi tampil sebagai wajah baru generasi emas Spanyol. Kombinasi tersebut membuat La Roja mampu bermain atraktif tanpa kehilangan keseimbangan saat bertahan.
 
Dominasi Spanyol juga terlihat sepanjang Piala Dunia 2026. Dari delapan pertandingan yang dijalani, La Roja hanya kebobolan satu gol. Solidnya lini belakang yang dikomandoi Cubarsi serta kemampuan Rodri mengatur tempo permainan menjadi fondasi keberhasilan Spanyol meraih gelar juara.
 
Kesuksesan ini melanjutkan tren positif Spanyol di bawah kepemimpinan De la Fuente. Sejak mengambil alih kursi pelatih pada akhir tahun 2022, ia berhasil mengembalikan identitas permainan La Roja dengan penguasaan bola yang dominan, organisasi permainan yang rapi, dan regenerasi pemain yang berjalan mulus.
 
Rekor tersebut menjadi bukti keberhasilan Luis de la Fuente membangun fondasi tim yang solid. Tak hanya menghadirkan trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol, pelatih berusia 65 tahun itu juga mengantarkan negaranya menorehkan sejarah sebagai tim nasional dengan rekor tak terkalahkan terpanjang di dunia.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan