Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol setelah sukses pertama mereka pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Keberhasilan ini juga melengkapi dominasi tim asuhan Luis de la Fuente yang berhasil menyandingkan gelar Piala Eropa (Euro) dan Piala Dunia, mengulang era kejayaan La Roja pada periode 2008 hingga 2012.
Dominasi Mutlak La Roja
Sepanjang turnamen, pertahanan Spanyol tampil sangat solid dengan hanya kebobolan satu gol. Konsistensi tersebut kembali terlihat di partai final. Argentina, yang bermain dengan 10 pemain sejak akhir waktu normal setelah Enzo Fernández menerima kartu merah, kesulitan menembus rapatnya organisasi permainan La Roja.
Dominasi lini tengah yang dikomandoi Rodri dan Fabián Ruiz membuat Argentina nyaris tidak mampu mengembangkan permainan.
La Albiceleste baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada menit ke-116, memperlihatkan kokohnya lini pertahanan Spanyol yang dikawal duet bek tengah Pau Cubarsí dan Aymeric Laporte dalam meredam ancaman Lionel Messi serta Julián Álvarez.
Ferran Jadi Pahlawan
Kebuntuan di MetLife Stadium akhirnya pecah pada babak kedua perpanjangan waktu. Ferran Torres, yang masuk menggantikan Mikel Oyarzabal pada menit ke-62, menjadi penentu kemenangan Spanyol.
Melalui umpan sundulan Nico Williams, Torres memanfaatkan celah di lini belakang Argentina yang bermain dengan 10 pemain sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez. La Roja pun unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun. Sorak sorai pendukung La Roja pun menggema di MetLife Stadium menyambut keberhasilan tim kesayangan mereka.
Kesuksesan ini juga menjadi pencapaian istimewa bagi Lamine Yamal. Pada usia 19 tahun, pemain muda Spanyol itu berhasil meraih dua gelar paling bergengsi di level tim nasional senior, yakni Piala Eropa dan Piala Dunia.
Akhir Pahit Messi
Kekalahan tersebut mengakhiri ambisi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia. Bagi Lionel Messi, hasil ini menjadi penutup yang pahit dalam kiprahnya di Piala Dunia.
Pada usia 39 tahun, sang kapten harus mengakhiri perjalanannya di panggung sepak bola terbesar di dunia dengan status runner-up.
Susunan Pemain Spanyol vs Argentina
Spanyol: Unai Simón; Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte (Eric Garcia 99’), Marc Cucurella; Rodri (Zubimendi 99’), Fabián Ruiz (Pedri 62’); Lamine Yamal, Dani Olmo (Merino 75’), Álex Baena (Nico Williams 75’); Mikel Oyarzabal (Ferran 62’).
Argentina: Emiliano Martínez; Gonzalo Montiel (Molina 58’), Cristian Romero (Medina 70’), Lisandro Martínez (Otamendi 44’), Nicolás Tagliafico; Rodrigo De Paul (Simeone 70’), Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Nicolás González (Paredes 46’); Lionel Messi, Julián Álvarez (Senesi 102’).
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda