Jakarta: Nama Pau Cubarsi menjadi salah satu sorotan usai membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026. Bek berusia 19 tahun itu tak hanya sukses mengantar La Roja mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di New York Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB, tetapi juga dinobatkan sebagai FIFA Young Player Award 2026.
Penghargaan tersebut melengkapi penampilan impresif Cubarsi sepanjang Piala Dunia 2026. Bek Barcelona itu menjadi pilar utama lini belakang Spanyol yang tampil sangat solid hingga hanya kebobolan satu gol selama turnamen berlangsung.
Kesuksesan Cubarsi di panggung sepak bola dunia juga menyimpan kisah unik yang berkaitan dengan Indonesia. Tiga tahun lalu, tepatnya pada 2023, ia pernah menginjakkan kaki di Tanah Air saat membela Timnas Spanyol pada ajang Piala Dunia U-17 FIFA 2023 yang digelar di Indonesia.
Saat itu, Cubarsi masih berusia 17 tahun dan mulai dikenal sebagai salah satu bek muda berbakat milik Spanyol. Pengalaman tampil di Indonesia menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya sebelum akhirnya menembus tim senior La Roja.
Karier Cubarsi terus melesat setelah tampil konsisten bersama Barcelona. Kepercayaan untuk memperkuat Timnas Spanyol senior datang saat usianya masih 17 tahun, dan sejak itu ia menjelma menjadi sosok yang tak tergantikan di lini pertahanan.
Pada Piala Dunia 2026, Cubarsi menunjukkan kematangan bermain yang jauh melampaui usianya. Ia tampil disiplin dalam mengawal pertahanan, unggul dalam duel satu lawan satu, serta tenang saat membangun serangan dari lini belakang. Sepanjang turnamen, Cubarsi mencatatkan statistik impresif dengan tampil dalam delapan pertandingan dan hanya menerima satu kartu kuning. Catatan disiplin tersebut mencerminkan kualitas bertahan yang matang meski usianya masih 19 tahun.
Solidnya pertahanan Spanyol menjadi salah satu kunci keberhasilan meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2010. Dari fase grup hingga final, La Roja hanya sekali memungut bola dari gawangnya, dengan Cubarsi menjadi sosok sentral yang mengawal lini belakang.
Puncak performa Cubarsi terjadi saat Spanyol menundukkan Argentina 1-0 pada partai final. Penampilan tenangnya dalam meredam lini serang Albiceleste membuat pertahanan Spanyol sulit ditembus hingga peluit panjang dibunyikan.
Atas konsistensi tersebut, FIFA menganugerahkan penghargaan FIFA Young Player Award 2026 kepada Cubarsi. Penghargaan itu menjadi bukti bahwa bek Barcelona tersebut telah berkembang menjadi salah satu pemain muda terbaik di dunia.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, pencapaian Cubarsi menghadirkan cerita yang istimewa. Dari seorang remaja yang pernah berlaga di Piala Dunia U-17 di Indonesia, kini ia telah menjelma menjadi juara dunia sekaligus pemain muda terbaik di ajang sepak bola paling bergengsi di level senior.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan