Inggris sempat berada di atas angin setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada menit ke-55. Keunggulan tersebut membuat tim asuhan Thomas Tuchel memilih bermain lebih bertahan demi mempertahankan skor.
Namun, strategi itu justru memberi ruang bagi Argentina untuk terus menekan. Serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil ketika Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-85 memanfaatkan umpan Lionel Messi.
Tekanan Argentina terus berlanjut hingga masa injury time, atau tambahan waktu. Pada menit ke-90+2, Lautaro Martínez yang masuk sebagai pemain pengganti sukses menyundul bola hasil umpan Messi untuk memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengantar Argentina ke partai final menghadapi Spanyol.
Pencetak Assist Terbanyak dalam Sejarah
Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, Messi menjadi sosok sentral di balik kemenangan Argentina. Dua assist yang dibukukannya membuat pemain berusia 39 tahun itu semakin mengukuhkan diri sebagai pemilik assist terbanyak dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Kini, Messi telah mengoleksi 12 assist sepanjang penampilannya di Piala Dunia. Yang lebih impresif, 10 dari 12 assist tersebut lahir pada fase gugur, menunjukkan konsistensinya dalam pertandingan-pertandingan dengan tekanan tertinggi.
Tak ada pemain lain yang mampu menyamai catatan tersebut sejak data resmi Piala Dunia mulai didokumentasikan pada 1966. Pemegang rekor assist terbanyak berikutnya hanya mengoleksi delapan assist sepanjang sejarah turnamen.
Samai Rekor Para Legenda
Selain memecahkan rekor assist, Messi juga menorehkan pencapaian lain yang tak kalah bersejarah. Final Piala Dunia 2026 akan menjadi final ketiganya bersama Argentina setelah sebelumnya tampil pada edisi 2014 di Brasil dan 2022 di Qatar.
Catatan tersebut membuat Messi menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mencapai tiga final Piala Dunia. Ia menyamai rekor sejumlah legenda sepak bola, yakni Pelé yang tampil di final pada 1958, 1962, dan 1970, Ronaldo Nazário pada 1994, 1998, dan 2002, serta Marcos Cafu yang juga mencapai tiga final berturut-turut pada 1994, 1998, dan 2002.
Pencapaian itu kembali menegaskan konsistensi Messi di level tertinggi selama lebih dari dua dekade. Meski usianya tak lagi muda, pengaruhnya terhadap permainan Argentina tetap menjadi faktor pembeda, baik melalui visi bermain, kreativitas, maupun kepemimpinannya di lapangan.
Argentina kini tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022. Jika mampu mengalahkan Spanyol di partai final, Messi berpeluang menambah satu trofi Piala Dunia sekaligus melengkapi perjalanan kariernya dengan mempertahankan gelar juara dunia.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda