Argentina memastikan tiket ke partai puncak setelah menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal, Kamis (16/7) dini hari WIB. Albiceleste sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Anthony Gordon sebelum bangkit melalui gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez dalam enam menit terakhir pertandingan. Kemenangan tersebut membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada edisi 2022 di Qatar.
Di sisi lain, Spanyol lebih dulu mengamankan tempat di final usai menyingkirkan Prancis dengan skor telak 2-0 pada Rabu, (15/7) dini hari WIB. Keberhasilan itu membuat La Furia Roja berpeluang meraih gelar Piala Dunia kedua setelah menjadi juara pada 2010.
Takdir yang Dimulai dari Sebuah Foto Bersejarah
Namun, sorotan utama bukan hanya tertuju pada duel Argentina kontra Spanyol. Pertemuan Lionel Messi dan Lamine Yamal menghadirkan kisah yang jauh melampaui lapangan hijau.
Cerita itu bermula pada Desember 2007 ketika Barcelona menggelar sesi pemotretan kalender amal bersama UNICEF. Saat itu, Messi yang baru berusia 20 tahun diminta berpose memandikan seorang bayi laki-laki berusia enam bulan di sebuah bak mandi plastik.
Tak ada yang menyangka bayi tersebut adalah Lamine Yamal, sosok yang kini menjelma menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia sekaligus calon pewaris kejayaan Barcelona dan Timnas Spanyol.
Kini, kisah itu memasuki babak yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Hampir 19 tahun setelah momen sederhana di sebuah bak mandi plastik, Messi dan Yamal benar-benar akan berdiri di sisi yang berlawanan dalam laga final Piala Dunia 2026. Pertemuan itu bukan lagi sekadar simbol pergantian generasi, melainkan duel langsung untuk memperebutkan trofi sepak bola paling prestisius di dunia.
Finalissima yang Akhirnya Terwujud
Final ini juga memiliki makna lain. Argentina dan Spanyol sejatinya dijadwalkan bertemu pada Finalissima, pertandingan yang mempertemukan juara Copa América dan juara EURO atau Piala Eropa.
Laga tersebut awalnya direncanakan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Lusail Stadium, Qatar. Namun, FIFA membatalkan penyelenggaraannya akibat situasi keamanan di Timur Tengah yang memanas menyusul konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Akibat pembatalan itu, duel Argentina kontra Spanyol akhirnya baru terwujud di final Piala Dunia 2026. Pertemuan ini bahkan memiliki gengsi yang jauh lebih tinggi karena bukan sekadar memperebutkan trofi Finalissima, melainkan gelar juara dunia.
Finalissima sendiri kembali digelar pada 2022 setelah vakum selama puluhan tahun. Pada edisi pertama format modern tersebut, Argentina berhasil mengalahkan Italia dengan skor 3-0 di Stadion Wembley, Inggris.
Pengalaman Messi Ditantang Generasi Baru
Bagi Messi, final kali ini menjadi kesempatan mempertahankan gelar juara dunia yang diraih Argentina pada 2022 sekaligus mempersembahkan akhir sempurna dalam perjalanan kariernya di Piala Dunia. Di sisi lain, Yamal berpeluang mencetak sejarah sebagai pemain muda yang membawa Spanyol kembali mengangkat trofi dunia.
Piala Dunia sendiri pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay dan kini memasuki edisi ke-23 pada 2026. Turnamen kali ini juga mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara serta diselenggarakan bersama oleh tiga tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Duel Messi dan Yamal pun dipastikan menjadi salah satu cerita paling bersejarah yang pernah lahir di Piala Dunia. Dari sebuah foto amal yang nyaris terlupakan, keduanya kini dipertemukan kembali oleh takdir di panggung terbesar sepak bola dunia.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda