Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap konflik bersenjata dan perang Israel-Palestina yang masih berlangsung di Gaza.
Selain tidak melakukan jabat tangan, kedua kapten tim, Dara O'Shea dari Republik Irlandia dan Manor Solomon dari Israel, juga meniadakan pertukaran panji tim.
Skuad Republik Irlandia juga menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel diperdengarkan. Mereka juga mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk pengakuan atas nyawa yang hilang dalam konflik.
Hallgrimsson Apresiasi Sikap Pemain Irlandia
Pelatih Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, mengapresiasi sikap para pemain dalam menyuarakan isu kemanusiaan di panggung internasional.
"Ini sangat sulit bagi banyak pemain. Saya berharap hal itu tidak terjadi pada pertandingan berikutnya karena mereka telah menunjukkan dukungan terhadap aksi protes, meningkatkan kesadaran di seluruh dunia, bukan hanya di Irlandia," kata Hallgrimsson kepada RTE setelah pertandingan, seperti dikutip dari BBC.
"Saya pikir para pemain ini telah melakukan hal tersebut melalui semua tindakan dan pernyataan mereka. Tidak ada yang lebih baik daripada Gavin Bazunu, tetapi pemain lainnya juga menunjukkan sikap mereka di lapangan. Saya berharap orang-orang memahami hal itu," jelasnya.
Hallgrimsson Dukung Keputusan Bazunu Mundur dari Skuad
Sebelum pertandingan, kiper Gavin Bazunu mengonfirmasi pengunduran dirinya dari skuad untuk laga melawan Israel. Bazunu menyatakan merasa tidak tepat untuk berpartisipasi dalam pertandingan tersebut maupun laga kedua yang dijadwalkan pada (5/10) dini hari WIB di Serbia.
Hallgrimsson memastikan keputusan Bazunu mendapat dukungan dari tim. Ia juga menyebut Bazunu akan kembali masuk skuad untuk laga berikutnya.
"Saya pikir dia sangat senang kami memenangkan pertandingan," ucap pelatih Irlandia itu.
Saat ditanya mengenai pengaruh pandangan politik pemain terhadap susunan pemain, Hallgrimsson menegaskan sikap profesionalnya.
"Sama sekali tidak. Pemilihan tim ini didasarkan pada siapa yang kami anggap mampu memberikan penampilan terbaik untuk Irlandia,” pungkasnya.
(Ahmad Raul)