Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo (dok. PBSI)
Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo (dok. PBSI)

Pontianak Indonesia Masters

Pontianak Indonesia Masters 2026: Hilang Fokus, Yere/Patra Tersungkur di Final

Gregorius Gelino • 06 September 2026 19:38
Ringkasnya gini..
  • Yere/Patra menjadi runner-up Pontianak Indonesia Masters setelah kalah dramatis dari wakil Taiwan, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng, dengan skor 21-11, 19-21, dan 20-22.
  • Patra menilai fokus dan ketenangan menjadi masalah, terutama saat gim ketiga ketika mereka sempat memiliki peluang tetapi kecolongan dari servis lawan.
  • Yere/Patra akan mengevaluasi stamina dan kondisi fisik setelah dua pekan berturut-turut mencapai final. Mereka juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari penonton Pontianak.
Pontianak: Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo tersungkur di final Pontianak Indonesia Masters 2026 usai diredam oleh wakil Taiwan, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng. Yere/Patra kalah rubber game dari unggulan kedua itu dengan skor 21-11, 19-21, dan 20-22.

"Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan ini. Walaupun hasilnya runner-up tapi kami dijauhkan dari cedera. Tadi permainan kami kurang tenang dan fokusnya hilang-hilang," kata Patra.

Yere/Patra Kehilangan Fokus

Patra menilai salah satu momen penting terjadi pada gim ketiga. Yere/Patra sempat memaksakan setting, tetapi akhirnya harus kehilangan kesempatan untuk mengamankan pertandingan.

"Sempat memaksakan setting di game ketiga dan harusnya kami bisa ambil tapi kita kecolongan dari servis lawan. Sangat disayangkan," jelas Patra.

Pertandingan berlangsung sangat ketat karena kedua pasangan sama-sama bermain agresif dan berusaha mengambil inisiatif serangan.

Menurut Yere, keempat pemain tampil dengan pola permainan yang sangat menekan sehingga pertandingan berjalan dalam tempo tinggi.

"Kami berempat mainnya memang memaksa banget, semuanya mau menekan dan jarang mengangkat bola. Kalau ada yang terpaksa angkat bola pasti dia akan kehilangan poin. Itu yang membuat tadi poin dan momennya sangat intens, sangat ketat," beber Yere.

Apresiasi Dukungan Penonton

Meski gagal menjadi juara, Yere mengaku tetap bangga dengan dukungan luar biasa dari penonton yang hadir langsung di arena Pontianak Indonesia Masters.

Menurutnya, atmosfer pertandingan terasa semakin spesial karena Yere/Patra menghadapi pasangan dari negara lain. Dukungan penonton disebut menjadi tambahan motivasi bagi mereka untuk tampil maksimal.

"Kami merasa bangga dan senang banget mendapat dukungan penonton di sini, hari ini semua bangku terisi, sangat antusias. Kalau minggu kemarin kami tampil di final lawan rekan senegara tapi hari ini melawan negara lain jadi semua arena terasa mendukung kami. Itu membuat kami semangat," papar Yere.

Yere/Patra Fokus Evaluasi Stamina

Runner-up di Pontianak Indonesia Masters menjadi hasil final kedua secara beruntun bagi Yere/Patra. Sebelumnya, mereka juga tampil di partai puncak pada turnamen pekan lalu.

Yere menyebut kondisi fisik dan stamina menjadi aspek yang harus segera dievaluasi. Bermain hingga final dalam dua pekan berturut-turut membuat kondisi mereka mengalami penurunan.

"Dari hasil dua runner up di dua minggu ini kami mau evaluasi lagi terutama dari staminanya. Dua minggu selalu masuk final pasti dari sisi kondisi menurun, ini yang harus kami tingkatkan," pungkas Yere.

Meski kembali harus puas sebagai runner-up, penampilan Yere/Patra di dua turnamen beruntun menunjukkan konsistensi mereka untuk bersaing di level kompetitif. Evaluasi terhadap stamina dan fokus menjadi pekerjaan penting bagi pasangan tersebut untuk menghadapi turnamen berikutnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan