Dendi sebenarnya mampu mengamankan game pertama setelah melalui persaingan ketat. Namun, Sun Chao mampu bangkit pada game kedua dengan mengubah pola permainan dan membuat Dendi kesulitan mengembangkan strateginya.
Strategi Sun Chao Krusial
Dendi mengakui permainan Sun Chao pada gim pertama masih sesuai dengan pola yang sudah dipersiapkannya. Lawannya lebih banyak memainkan bola-bola menurun sehingga Dendi mampu menjalankan strategi dengan baik.Namun, situasi berubah pada game kedua. Sun Chao mulai lebih sering mengangkat bola ke area belakang lapangan sehingga membuat Dendi kesulitan mendapatkan poin.
"Game pertama lawan masih lebih banyak menurunkan bola jadi pola strategi saya masuk. Tapi di game kedua dia mengubah dengan banyak mengangkat bola dan itu membuat saya kesulitan karena bola belakangnya tidak dapat menghasilkan poin," ujar Dendi.
Perubahan tersebut membuat momentum pertandingan berbalik. Sun Chao tampil lebih dominan dan memaksa pertandingan berlanjut ke game penentuan setelah menang 21-10.
Memasuki game ketiga, Dendi berusaha kembali mengimbangi permainan lawannya. Namun, kondisi fisiknya mulai menurun sehingga upayanya untuk membalikkan keadaan tidak berjalan maksimal.
"Di game ketiga, saya sudah berusaha mengimbangi permainan tapi tidak maksimal karena kondisinya sudah menurun," kata Dendi.
Sun Chao Lebih Matang
Kekalahan di semifinal menjadi bahan evaluasi bagi Dendi Triansyah. Ia menilai Sun Chao memiliki kematangan permainan yang lebih baik, terutama ketika pertandingan memasuki situasi-situasi krusial.Baca Juga :
Pontianak Indonesia Masters 2026: Kalah di Semifinal, Dejan/Apri Dapat Pelajaran Berharga
Menurut Dendi, kemampuan menjaga fokus dan mental ketika perolehan angka berlangsung ketat menjadi salah satu hal yang perlu diperbaikinya.
Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi Dendi setelah mampu melangkah cukup jauh di Pontianak Indonesia Masters 2026.
Target Juara, Dendi Tetap Bersyukur
Dendi mengungkapkan bahwa dirinya bersama pelatih sebenarnya memasang target tinggi pada turnamen Indonesia Super 100 tersebut. Namun, hasil akhirnya harus berhenti di semifinal setelah dikalahkan Sun."Dari target diri dan pelatih pengennya juara. Hanya ya mungkin hasilnya sampai sini, saya masih tetap bersyukur bisa masuk semifinal di Indonesia Super 100," beber Dendi.
Meski gagal melaju ke final, pencapaian semifinal di Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap menjadi modal berharga bagi Dendi Triansyah untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Kekalahan dari Sun Chao juga memberikan sejumlah evaluasi, mulai dari kemampuan membaca perubahan pola permainan lawan, menjaga kondisi fisik, hingga mempertahankan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase kritis.
Dengan pengalaman tersebut, Dendi diharapkan mampu tampil lebih matang dan konsisten pada kompetisi-kompetisi selanjutnya.