Hasil tersebut tentu belum sesuai dengan target yang diharapkan Dejan/Apri. Meski demikian, Dejan menilai perjuangan mereka di lapangan sudah maksimal, meski performa yang ditampilkan belum sepenuhnya keluar.
“Hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kami, harapan kami, tapi kami sudah mencoba, sebisa kami semaksimal mungkin. Di permainan juga tidak maksimal permainannya, tidak keluar karena mungkin kondisi juga mempengaruhi. Bukan sebuah alasan tapi akhirnya fokusnya hilang-hilang,” ungkap Dejan.
Modal Penting Dejan/Apri
Kendati gagal melangkah ke final, Dejan tetap melihat perjalanan di Indonesia Masters 2026 sebagai perkembangan positif bagi pasangan barunya bersama Apri. Dejan menilai penampilan mereka di Pontianak menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan turnamen sebelumnya di Taipei.“Ini modal awal yang baik untuk kami karena kalau kita bandingkan dengan Taipei kemarin saat debut pertama kali. Di sini sangat improve dari persiapan, latihan dan cara main serta fight di lapangan pertandingan juga. Jadi saya sangat senang dengan hasil-hasil yang kami dapat,” jelas Dejan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa semifinal Indonesia Masters 2026 bukan sekadar soal hasil akhir. Bagi Dejan/Apri, turnamen ini menjadi bagian penting dari proses membangun chemistry dan meningkatkan kualitas permainan sebagai pasangan.
Dejan Banyak Belajar dari Apri
Selain mengevaluasi performa bersama, Dejan juga mengungkapkan banyak hal yang dipelajarinya dari Apri. Menurutnya, pengalaman dan mentalitas juang Apri menjadi contoh berharga selama menjalani pertandingan. Dejan secara khusus mengapresiasi semangat Apri yang tetap memiliki keinginan besar untuk belajar dan berkembang meski sudah memiliki banyak pengalaman serta prestasi di dunia bulu tangkis.“Kami banyak banget dapat pelajaran, evaluasi juga yang bisa kami perbaiki. Kak Apri adalah sosok yang amat patut dicontoh. Daya juang dan semangatnya di lapangan sangat luar biasa dan jiwa belajarnya, jiwa ingin tahunya itu besar banget. Dengan kedewasaannya, Kak Apri yang punya titel tapi masih mau belajar, masih mau improve,” beber Dejan.
Bagi Dejan, sikap tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan mereka ke depan. Chemistry tidak hanya dibangun melalui pertandingan, tetapi juga lewat proses belajar, evaluasi, dan saling memahami karakter permainan masing-masing.
Kondisi Apri Tidak Maksimal
Sementara itu, Apri mengakui bahwa kondisi fisiknya memang tidak berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi Ma/Qin di semifinal Indonesia Masters 2026.Meski demikian, peraih gelar bergengsi bersama pasangan sebelumnya tersebut tetap mengapresiasi perjuangan Dejan yang dinilainya telah memberikan seluruh kemampuan sejak pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Kondisi saya memang sudah tidak maksimal tapi saya terima kasih untuk Dejan yang selalu mengupayakan yang terbaik di lapangan. Mati-matian sejak kemarin sampai hari ini. Sekiranya ini bisa menjadi modal untuk kami terus belajar supaya untuk lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” papar Apri.
Kegagalan di semifinal Indonesia Masters 2026 pun tidak ingin dijadikan alasan untuk berhenti berkembang. Dejan/Apri justru membawa sejumlah evaluasi penting dari Pontianak untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Perjalanan mereka di Indonesia Masters 2026 memang berakhir di semifinal, tetapi penampilan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasangan ini. Dengan evaluasi dari kekalahan serta pengalaman bertanding bersama, Dejan/Apri diharapkan semakin matang dan mampu tampil lebih baik pada turnamen-turnamen selanjutnya.