Wawancara Khusus

Carmelita Hartoto, 'Laksamana' di Laut Nusantara

Surya Perkasa 31 Mei 2018 17:03 WIB
pelayaran
Carmelita Hartoto, 'Laksamana' di Laut Nusantara
Carmelita Hartoto, Ketua INSA (kanan), berbincang dengan tim dari Medcom.id di kediaman pribadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Medcom.id - Surya Perkasa
Jakarta: Bisnis kapal dan pelabuhan identik dengan laki-laki. Namun, siapa sangka, asosiasi pemilik kapal Indonesia atau Indonesia Shipowners Association (INSA) dipimpin seorang perempuan yang menaklukkan stereotip itu.

Carmelita Hartoto nama perempuan tersebut. Ia membuktikan kekuatannya dengan menjadi Ketua INSA selama dua periode. Ia juga menakhodai bisnis kapal raksasa di Nusantara, Andhika Group. Kehebatan itu pula yang menghantarkan Meimei, demikian ia biasa disapa, mendapatkan kepercayaan sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Perhubungan sekaligus bendahara.


Kesibukannya sebagai pemimpin tak membuat Meimei lupa dengan keluarganya. Meimei kerap menghabiskan waktu bersama suami dan tiga anaknya. Jalan-jalan atau sekadar berwisata kuliner menjadi pilihan keluarga mereka.

Untuk mengenal sosok Meimei, berikut perbincangan Meimei bersama tim Medcom.id yaitu host Annisa Ayu Artanti, jurnalis Ade Hapsari Lestarini, jurnalis Surya Saputra, videografer Reza Maharddika, dan videografer Arie Bachdar, beberapa waktu lalu.

Medcom.id (M): Sebagai seorang Ketua INSA dua periode, Wakil Ketua Kadin Bidang Perhubungan, pebisnis, dan seorang ibu, bagaimana cara Ibu Meimei membagi waktu?
Carmelita (C): Kita kan selalu sudah ada jadwal, yang saya bagi antara kantor INSA dan bisnis saya sendiri. Kebetulan kantor saya dan INSA itu berdekatan, next door.

Jadi kalau banyak kegiatan ke kantor Kadin di Kuningan, tinggal digeser. Kalau ada kegiatan-kegiatan yang memang banyaknya di daerah Kuningan saya tarik semua kegiatan saya ke Kuningan.

Tapi kalau saat saya lihat banyak kegiatan-kegiatan saya yang di perhubungan di Tanah Abang, saya tarik ke Tanah Abang. Kalau untuk keluarga biasanya saya meluangkan waktunya di akhir pekan, atau ya mungkin di sela-sela kegiatan tersebut.

M: Jadwalnya padat ya Bu Meimei?
C: Sangat padat (tertawa).

M: Sempat pusing enggak Bu membaginya?
C: Ya zaman dulu sih iya. Sekarang mungkin sudah terbiasa dengan membagi waktu-waktu. Jadi sudah sudah enggak pusing lagi lah seperti dulu.

M: Dengar-dengar Bu Meimei agak cerewet kalau masalah keluarga?
C: Ya tergantung dalam arti apa dulu (tertawa).

Kalau untuk kebaikan, saya rasa bukan hanya saya cerewet ke keluarga, anak-anak, tapi juga di kantor pun juga cerewet. Untuk kebaikan, ya biasa aja.


(Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto (kanan) melepas keberangkatan penumpang peserta mudik gratis di JICT Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta, Rabu 29 Juni 2016, MI - Galih Pradipto)

M: Kita baru saja merayakan Hari Kartini. Perempuan yang cocok dengan semangat Kartini siapa di mata Bu Meimei?
C: Untuk bidang maritim yaitu Keumalahayati.
(Keumalahayati atau Malahayati adalah seorang seorang laksamana perempuan asal Kesultanan Aceh dari abad ke-16).

Beliau itu panglima maritim rakyat. Dia sekolah di Turki yang menjadi salah satu panglima Indonesia. Panglima pertama wanita, pertama di dunia, dan dia ini orang Aceh. Suatu panutan bagi kita semua.

M: Pribadi seperti apa sih yang dikagumi dari Malahayati?
C: Karena dia itu perempuan pertama yang mengenalkan maritim. Sebagai panglima pertama wanita yang layak menjadi inspirasi.

M: Tips dan saran untuk perempuan Indonesia di luar sana, yang memiliki segudang aktivitas, agar bisa seimbang?
C: Semuanya harus bisa dibagi agar semua bisa di-balance.

Supaya semuanya di-schedule (diatur) apa bisa terkendali. Misalnya, satu minggu itu seperti apa. Pembagian waktunya seperti apa. Disesuaikan dengan tempat mereka berkegiatan. Apa yang harus diselesaikan di minggu itu, selesaikan. Kalau enggak terpaksa di-postpone (ditunda) ke minggu berikutnya.



(RRN)