Kapal PT Pertamina International Shipping (PIS). Foto: Istimewa.
Kapal PT Pertamina International Shipping (PIS). Foto: Istimewa.

Pertamina International Shipping & PAL Satukan Kekuatan untuk Mendorong Industri Maritim Nasional Naik Kelas

Arif Wicaksono • 01 Januari 2026 21:02
Jakarta: PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT PAL Indonesia melakukan kolaborasi strategis di sektor maritim. Kedua BUMN tersebut resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU)  sebagai langkah awal memperluas kerja sama pengembangan industri maritim nasional.
 
Kesepakatan ini mencakup sejumlah agenda utama, mulai dari peluang pembangunan dan modifikasi kapal, perawatan serta perbaikan armada, hingga penguatan kapabilitas industri dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, serta disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
 
Baca juga: Langkah Pertamina International Shipping Dukung Indonesia Emas 2045

Simon menilai kolaborasi ini sebagai fondasi penting dalam proses transformasi Pertamina Group. Menurutnya, sinergi antar-BUMN menjadi kunci untuk mendorong kemajuan industri energi nasional yang semakin kompleks dan kompetitif. 
 
"Ini adalah langkah pertama yang sangat bagus dan kami sangat berterima kasih atas hubungan dan dukungan yang cukup besar dari PT PAL. Kami sadar harus terus bertransformasi karena saat ini kami sedang dalam proses transformasi untuk membawa industri energi lebih maju lagi," ucap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Sementara itu Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menyebut kolaborasi ini sebagai salah satu jawaban dalam menjawab tantangan industri energi. 
 
“Tantangan energi di domestik dan global mengharuskan PIS terus memperkuat armada dan layanannya. Sinergi dengan PT PAL merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk melayani kebutuhan energi nasional. Namun tak hanya itu, penandatangan MoU ini juga menandai komitmen kami dalam memajukan industri maritim dalam negeri,” ujar Surya.
 
Kolaborasi strategis ini merupakan lanjutan kerja sama yang telah dirintis sejak lama yakni perawatan dan perbaikan kapal, hingga pembangunan kapal PIS, yang telah dilakukan oleh PAL.
Kolaborasi ini sejatinya melanjutkan hubungan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam perawatan dan perbaikan kapal hingga pembangunan armada PIS oleh PAL. Selama ini, transformasi bisnis PIS, termasuk peremajaan armada, telah menopang kinerja distribusi energi perusahaan.
 
Sepanjang periode operasionalnya, PIS tercatat telah menyalurkan sekitar 161 miliar liter minyak, BBM, dan LPG ke berbagai wilayah di dalam dan luar negeri. Saat ini, PIS mengelola sekitar 750 kapal, baik milik sendiri maupun sewa, dengan 111 unit di antaranya merupakan kapal milik perusahaan. Skala armada tersebut menempatkan PIS sebagai salah satu operator pelayaran energi terbesar di Asia Tenggara.
 
Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menilai sinergi ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri maritim nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global. Ia melihat kerja sama ini sebagai momentum awal untuk menggerakkan ekosistem industri secara lebih luas.
 
"Ini adalah satu tangga pertama bagi kita untuk menghidupkan industri secara keseluruhan di Indonesia. Ketika dapat mengonsolidasikan dengan baik maka akan menghidupkan potensi market dan memberikan multiplier effect untuk ekosistem industri maritim,” ucap Kaharuddin.
 
Ke depan, kolaborasi PIS dan PAL diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok energi nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara maritim. Optimalisasi aset, jaringan, dan kapabilitas kedua perusahaan diyakini dapat membuka peluang baru sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan