Luis Suarez (putih)
Luis Suarez (putih) ()

metro view

Pelajaran Mahal Luis Suarez

28 Juni 2014 21:58
BINTANG sepak bola Uruguay Luis Suarez tidak pernah membayangkan bahwa kiprahnya di ajang Piala Dunia 2014 akan seperti ini. Ia harus pulang bukan karena timnya sudah tersisih, tetapi karena hukuman yang diterima atas tindakannya yang tidak sportif.
 
FIFA menjatuhkan hukuman sembilan pertandingan dan larangan untuk datang ke stadion sepak bola selama empat bulan atas perbuatan Suarez menggigit pemain Italia Chielini. Entah mengapa Suarez tiba-tiba menggigit pundak pemain belakang Italia itu pada pertandingan terakhir penyisihan grup.
 
Ini tindakan keduanya menggigit pemain lawan saat sedang bertanding. Sebelumnya Suarez melakukan hal yang sama dengan menggigit tangan pemain belakang Chelsea Branislav Ivanovic di kompetisi Liga Inggris. Akibat perbuatannya itu Suarez dihukum 10 kali pertandingan oleh Persatuan Sepak Bola Inggris, FA.
 
Ternyata pengalaman pahit di Liga Inggris tidak menjadi pelajaran bagi Suarez. Ia mengulangi perbuatannya di saat semua mata dunia sedang tertuju ke arena Piala Dunia 2014. Dihukumnya Suarez tentu merupakan pukulan pahit bagi Uruguay. Harus diakui pemain asal Liverpool ini merupakan andalan tim asal Amerika Latin itu. Kita lihat bagaimana di pertandingan pertama melawan Kosta Rika, Uruguay harus menelan pil pahit akibat Suarez harus absen karena cedera.
 
Ketika Suarez tampil ia menjadi penyelamat bagi Uruguay. Dua gol yang dicetaknya ke gawang Inggris menghidupkan kembali peluang timnya dan setelah meraih kemenangan 0-1 atas Italia, Uruguay memastikan diri lolos ke 16 besar.
 
Apa yang dialami Suarez menjadi pelajaran bagi para pemain lain untuk lebih berhati-hati. Sekarang ini technology sudah semakin canggih, sehingga tidak mungkin pemain bisa bersembunyi dari kesalahan.
 
Wasit bisa saja tidak melihat kejadiannya di lapangan. Namun puluhan kamera yang dipasang di lapangan, ibaratnya bisa memantau semua kejadian yang ada di semua sudut lapangan dan bahkan stadion pertandingan.
 
Saat pertandingan itu, wasit tidak melihat tindakan Suarez menggigit Chielini. Pemain Italia itu sudah memprotes wasit atas tindakan yang dilakukan Suarez, dengan menunjukkan pundaknya yang digigit. Namun wasit tidak melihat kejadian dan tidak mungkin menghukum atas pelanggaran yang tidak ia ketahui.
 
Namun tayangan berulang-ulang yang dipelihatkan televisi membuat FIFA tidak mungkin membiarkan tindakan yang dilakukan Suarez. Komite Disiplin FIFA melakukan rapat khusus dan keputusannya adalah melarang pemain Uruguay itu untuk terus berkiprah di ajang PIala Dunia 2014.
 
Tidak hanya itu, FIFA menjatuhkan hukuman denda 112 ribu dollar AS kepada Suarez. Hukuman keras yang dijatuhkan FIFA tidak terbayangkan oleh banyak pihak, termasuk oleh Chielini yang digigit oleh Suarez.
 
Namun sepak bola tidak mungkin dibiarkan tercoreng oleh perbuatan yang tidak pantas. Itulah yang membuat FiFA berbuat keras, karena mereka ingin memperingatkan pemain lain untuk tidak berbuat yang tidak sejalan dengan semangat permainan sepak bola.
 
Kecanggihan teknologi terlihat dalam memantau terjadinya gol atau tidak. Pengalaman dua pertandingan Inggris melawan Jerman di Piala Dunia 1966 dan 2010 membuat FIFA memikirkan cara untuk mencegah kontroversi gol kembali terulang.
 
Terutama di ajang Piala Dunia 2010 kita masih ingat bagaimana tendangan Franck Lampard yang membentur tiang atas gawang Manuel Neuer sudah jauh melewati garis gawang. Namun karena kejadiannya begitu cepat, ketika bola kembali memantul ke luar gawang tidak ada yang tahu kalau gol sudah terjadi.
 
Sekarang dengan teknologi baru, wasit akan langsung menerima informasi pada jam yang ada di tangan apakah sudah terjadi gol atau belum. Memang pro dan kontra muncul berkaitan dengan penggunaan teknologi itu. Namun FIFA bergeming dan menetapkan bahwa mulai di Piala Dunia 2014, teknologi menjadi bagian dari pemantau jalannya pertandingan.
 
Sepak bola relatif tertinggal dalam penggunaan teknologi. Padahal pada cabang olahraga lain yang berkaitan dengan kecepatan, teknologi sudah dipakai. Lihat di pertandingan tenis, bola basket, bisbol, dan balap mobil. Teknologi ikut mengawasi agar fair play bisa dijalankan.
 
Teknologi memang membantu kehidupan menjadi lebih baik. Semua bangsa berlomba untuk mengembangkan teknologi untuk memacu kemajuan bangsanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Oase metro view

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif