ANT--Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Made Rawa Aryawan (tengah) membacakan pengambilan sumpah anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/8).
ANT--Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Made Rawa Aryawan (tengah) membacakan pengambilan sumpah anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (25/8). ()

metro view

Menanti Kiprah Wakil Rakyat Baru

25 Agustus 2014 19:37
TEPAT sekali jika lagu Iwan Fals "Wakil Rakyat" mengiringi pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Kita mendambakan wakil rakyat yang merakyat dan siap untuk bekerja bagi kepentingan rakyat.
 
Selama ini kita menyaksikan wakil rakyat yang hanya bekerja untuk kepentingannya sendiri. Lembaga perwakilan rakyat bahkan hanya dijadikan tempat untuk melakukan transaksi bisnis demi memperkaya diri sendiri.
 
Persidangan terdakwa Anas Urbaningrum dalam Kasus Hambalang menjadi potret bobroknya para wakil rakyat. Alih-alih memperjuangkan nasib rakyat, mereka menjadikan DPR sebagai tempat membagi-bagi proyek,
 
Yang lebih ironis, proyek yang mereka gasak adalah proyek-proyek negara. Proyek bernilai miliaran rupiah dijadikan bancakan oleh para wakil rakyat. Dari sanalah kemudian mereka hidup bermewah-mewahan. Semakin hari kita mengikuti jalannya persidangan Kasus Hambalang semakin muak kita melihatnya. Sekarang mereka saling tunjuk hidung tentang siapa yang memiliki gagasan untuk menggarong uang rakyat itu.
 
Catatan keuangan yang diungkap oleh jaksa kembali memunculkan nama-nama yang baru. Ibaratnya, tidak ada partai politik yang tersentuh korupsi pada keanggotaan DPR periode 2009-2014 ini.
 
Tidak keliru apabila harapan besar dipikulkan kepada anggota parlemen yang baru. Hari-hari ini kita menyaksikan pelantikan dari para anggota DPRD, bulan depan giliran anggota DPR yang akan diambil sumpahnya.
 
Dengan 70 persen anggota DPR yang merupakan muka-muka baru, kita berharap ada angin segar yang mereka bawa. Namun dengan pengalaman yang minim, di sisi lain kita mengkhawatirkan kinerja dari para wakil rakyat.
 
Kalau saja kaderisasi di dalam partai politik berjalan dengan baik, kita sebenarnya tidak perlu khawatir dengan hadirnya muka-muka baru. Dengan pembekalan yang diberikan partai, setidaknya para anggota DPR itu tahu apa yang harus mereka lakukan sebagai wakil rakyat.
 
Syarat pertama seperti disampaikan dalam lagu Iwan Fals tadi, "wakil rakyat seharusnya merakyat". Artinya, mereka harus dekat dengan rakyatnya dan merasakan denyut nadi dari kehidupan rakyatnya, agar tahu apa yang seharusnya mereka perjuangkan.
 
Hanya dengan kemauan untuk melihat ke bawah, para wakil rakyat tidak akan silau kepada materi. Selama ini para wakil rakyat terlalu menengadahkan kepalanya ke atas, sehingga mimpinya adalah bagaimana menikmati gaya hidup seperti kelompok masyarakat kelas atas.
 
Padahal untuk membangun empati, para wakil rakyat seharusnya lebih sering melihat ke bawah. Dengan itulah mereka akan selalu merasa bersyukur bahwa kehidupan mereka jauh lebih baik dibandingkan rata-rata kehidupan rakyatnya.
 
Dengan empati yang terbangun, mereka kemudian terpacu untuk mengangkat kelompok masyarakat di bawah agar bisa mencapai kehidupan lebih baik seperti kelompok masyarakat di atas. Mereka mau untuk bekerja keras untuk membantu kelompok masyarakat yang tertinggal.
 
Kita mendambakan para wakil rakyat yang memiliki wawasan kebangsaan. Mereka tahu di mana posisi bangsanya, bagaimana tantangan ke depan yang harus dihadapi, dan bagaimana menggerakkan seluruh rakyat agar menjadi pemenang.
 
Menjadi anggota DPR bukanlah untuk mentang-mentang. Anggota DPR jangan hanya dijadikan simbol status sosial. Menjadi anggota DPR merupakan panggilan untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa.
 
Itulah yang harus menjadi kesadaran para anggota parlemen. Mereka sudah sampai kepada tujuan untuk mendapat kehormatan sebagai anggota yang terhormat. Namun jangan lupa di balik kehormatan itu ada tanggung jawab yang sangat besar. Noblesse oblige.
 
Kini rakyat menunggu tanggung jawab besar itu. Untuk menjawab tantangan itu diperlukan kemauan untuk bekerja keras. Dan bekerja keras itu untuk kepentingan rakyat, bukan yang lain.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Oase metro view

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif