Editorial Media Indonesia
Editorial Media Indonesia (Damang N Lubis)

Pemanasan Menuju Debat Panas

Oase debat capres cawapres
Damang N Lubis • 16 Januari 2019 07:26
SEHARI menjelang pelaksanaan debat perdana dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, setiap kubu telah siap dengan materi yang akan disampaikan. Dalam hal menjawab pertanyaan panelis, tidak ada masalah. Toh, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memberikan kisi-kisinya.
 
Keseruan diharapkan akan muncul saat tiap kubu saling menyanggah untuk menunjukkan mereka yang paling unggul. Sepanjang masa kampanye sampai jelang debat perdana, kedua kubu sudah terbiasa mengemukakan rencana program, saling mengkritik dan mempertahankan argumen.
 
Setiap kali salah satu kubu melontarkan pernyataan, baik tentang rencana kebijakan maupun untuk menyampaikan kritik, kubu rival merespons. Sejak kampanye dimulai pada September 2018, publik telah menyaksikan beberapa kali debat sengit mengenai sejumlah topik di ruang publik tanpa difasilitasi KPU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Aksi saling sanggah bisa berlangsung selama beberapa hari atau berminggu-minggu, bergantung pada kecepatan respons tiap kubu. Terkadang respons disampaikan besok harinya, dua hari kemudian, atau bahkan sebulan kemudian. Akan tetapi, tidak jarang pernyataan balasan sudah tercetus hanya dalam hitungan jam.
 
Kanal-kanal informasi memainkan peran penting dalam aksi berbalas pantun antarkubu pasangan capres-cawapres. Kecepatan sanggahan bergantung pada faktor daya tarik, dari sisi kanal informasi, isi pernyataan, sampai pada siapa penyampainya.
 
Publik bisa menyaksikan aksi saling sanggah kedua kubu melalui berbagai kanal informasi tersebut. Namun, pendapat tiap kubu bisa saja mengalami distorsi ketika melewati kanal informasi tertentu, khususnya media sosial. Akibatnya, yang sampai kepada publik dapat berbeda dari pernyataan saat pertama kali dilontarkan.
 
Sejumlah kalangan juga menilai materi yang diperdebatkan selama masa kampanye miskin substansi. Sebagian besar pernyataan dan sanggahan sekadar saling olok dan belum banyak mencerminkan program sesuai dengan visi-misi pasangan calon. Namun, jelang debat perdana, kedua kubu mulai menekankan kampanye pada penjabaran visi-misi. Bahkan, ada pula pasangan calon yang tiba-tiba mengubah visi-misi di tengah jalan.
 
Baik calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo maupun capres nomor urut 02 Prabowo Subianto telah menyampaikan pidato yang sarat materi tersebut. Jokowi tampil pada Minggu, 13 Januari, di acara Visi Presiden Episode: Infrastruktur yang ditayangkan beberapa stasiun televisi. Kemudian, pada Senin, 14 Januari, Prabowo mengangkat tema Indonesia menang.
 
Pemaparan oleh kedua capres merupakan pemanasan yang bemanfaat pula menggiring pemilih, setidaknya untuk menyaksikan debat perdana yang digelar KPU besok. Di situ laga adu visi-misi yang sesungguhnya karena digelar dalam porsi yang adil dan menjangkau lebih banyak pemilih.
 
Debat resmi yang diselenggarakan KPU untuk pemilu presiden menghilangkan hambatan kecepatan ataupun distorsi pendapat. Di debat perdana, dua pasangan calon langsung dihadapkan. Kemampuan mereka untuk memenangi pilihan pemegang hak suara diadu.
 
Kita meyakini debat akan berlangsung seru. Apalagi, para calon sama-sama memiliki kapasitas yang dipercaya untuk mampu memimpin dan memajukan bangsa. Pemanasan jelang debat tidak sekadar menampilkan pidato yang menggebu-gebu, tetapi juga membekali capres dan cawapres untuk tampil prima dalam debat yang panas.
 
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif