Menjenguk SBY Menjelang Pilpres

20 Juli 2018 07:26 WIB
pilpres 2019
Menjenguk SBY Menjelang Pilpres
Menjenguk SBY Menjelang Pilpres
PERBEDAAN sikap politik tidak boleh membuat hubungan personal menjadi renggang. Kehangatan afeksi dan empati antarpribadi dan sesama anak bangsa tetaplah harus dikelola sekalipun ada jarak yang membentang akibat munculnya perbedaan pilihan politik.

Dengan semangat silaturahim, kerukunan, kesatuan, dan keutuhan bangsa dan negara ini niscaya bakal tetap terjaga.


Kunjungan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membesuk Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7), kita nilai tidak terlepas dari upaya untuk menjaga semangat silaturahim semacam itu.

Presiden Jokowi dan Wapres JK membesuk SBY yang tengah dirawat akibat menderita kelelahan. Selama lebih kurang 30 menit, ketiga tokoh dalam kesempatan itu membicarakan kesehatan serta saling mendoakan agar terus diberi kesehatan.

Selama kunjungan pun dilaporkan tidak ada politik atau tema lain yang dibicarakan, selain seputar masalah kesehatan. Ketiga tokoh itu pun saling mendoakan agar selalu mendapat nikmat kesehatan.

Kita mengapresiasi inisiatif kedua pemimpin untuk membesuk SBY. Meskipun selama ini hubungan antara Jokowi dan SBY terus terjalin dengan baik, harus dicatat bahwa komunikasi di antara keduanya tidak selamanya berjalan mulus.

Dalam sejumlah kesempatan, SBY menyampaikan pernyataan kritis terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. SBY dan partai pimpinannya, Demokrat, pun kerap berbeda pendapat dalam sejumlah isu yang mengemuka di ranah publik.

Lebih dari itu, SBY dan Partai Demokrat tidak berada di dalam gerbong koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-JK. SBY dan Demokrat memilih jalannya sendiri sebagai penyeimbang, berada di luar pemerintahan meskipun bukan pula mengambil pilihan tegas sebagai oposisi.

Pun menjelang Pilpres 2019, Partai Demokrat belum pasti bergabung dengan koalisi parpol pengusung Jokowi. Bukan tidak mungkin Partai Demokrat berlabuh ke koalisi penantang Jokowi.

Akan tetapi, munculnya perbedaan pilihan posisi secara politik itu tidak lantas membuat Presiden Jokowi menarik jarak yang paralel secara personal.

Apa pun situasinya, kita masih melihat Presiden Jokowi dan Wapres JK terus menjaga tali silaturahim dan hubungan pribadi di antara sesama pemimpin dan anak bangsa.

Sikap nothing personal semacam itu tentu sangat menyejukkan di tengah suhu perpolitikkan kita yang cenderung memanas mendekati dimulainya kompetisi politik Pilpres 2019.

Kita juga bersyukur, bukan hanya Presiden Jokowi dan Wapres JK, upaya yang sama juga dilakukan oleh sejumlah pemimpin. Presiden ke-3 BJ Habibie, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan sejumlah pemimpin parpol juga telah menjenguk SBY.

Dengan suasana sejuk yang terlahir dari silaturahim itu, kita berdoa agar SBY segera pulih. Dengan kondisi itu pula, kita ingin perhelatan Pilpres 2019 tetap berlangsung sejuk, aman, rukun, dan damai, sekeras apa pun persaingan politik yang bakal berlangsung.

Dengan semangat itu, kita percaya perbedaan sikap dan preferensi politik tidak akan menghalangi dan merusak hubungan personal dan sosial sebagai sesama anak bangsa.



Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id