Jakarta: Presiden Joko Widodo mengangkat enam pejabat pimpinan tinggi madya di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Promosi ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kemhan.
Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan Mayor Jenderal (Mayjen) Budi Prijono dipilih menjadi direktur jenderal (dirjen) perencanaan pertahanan Kemhan. Budi menggantikan Marsekal Madya (Marsda) Dody Trisuni.
Brigadir Jenderal (Brigjen) Dadang Hendrayudha menduduki kursi dirjen potensi pertahanan menggantikan Bondan Tiara Sofyan. Dadang sebelumnya menjabat sebagai kepala Biro Umum Sekretariat Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
"Marsma (Marsekal Pertama) Yusuf Jauhari sebagai kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan dan Marsma Julexi Tambayong sebagai kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan," bunyi Keppres Nomor 116 Tahun 2020 seperti dikutip Medcom.id, Jumat, 25 September 2020
Yusuf yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan dipilih menggantikan Mayjen Budi Prijono. Sementara itu, Julexi yang sebelumnya menjabat sebagai tenaga ahli pengajar bidang hubungan internasional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menggantikan Anne Kusmayanti.
Baca: Kemhan Disarankan Menunda Program Komponen Cadangan
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan Laksamana Muda (Laksda) Benny Rijanto Rudy digantikan Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan) Kemhan Mayjen (Marinir) Joko Supriyanto. Posisi yang ditinggalkan Mayjen Joko kini diisi Komandan Korem (Danrem) 181/Praja Vira Tama Brigjen Yulius Selvanus.
Keppres ini diteken Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 September 2020. Promosi di lembaga pimpinan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini berlaku sejak keppres ditetapkan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan