Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani

Kartu Pra Kerja Dibagikan Januari 2020

Nasional kartu sakti jokowi kartu sakti
Desi Angriani • 12 November 2019 14:25
Jakarta: Presiden Joko Widodo menargetkan program Kartu Pra Kerja didistribusikan Januari 2020. Insentif yang diberikan mencapai Rp1,5 juta per jiwa.
 
"Menginjak Januari, program ini sudah mulai dijalankan," kata Jokowi memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 12 November 2019.
 
Jokowi menjelaskan format pendaftaran peserta Kartu Pra Kerja berbentuk platform digital. Model platform itu dirancang Kementerian Ketenagakerjaan dan Kepala Staf Kepresidenan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira Kepala Staf Kepresidenan (Moledoko) sudah memiliki platformnya, kita lihat di Kemenaker juga sudah ada mungkin kalau ada masukan dari kementerian lain," ungkapnya.
 
Para peserta dapat memilih langsung program pelatihan yang diminati melalui platform digital itu. Jokowi mencontohkan pelatihan sebagai barista, animator, desain grafis, bahasa inggris, komputer, teknisi, programming, hingga codding.
 
"Saya minta para pencari kerja, pemilik kartu pra kerja bisa memlih langsung pelatihan yang diminati melalui platform digital yang kita siapkan," ujar dia.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilibatkan dalam program penyiapan dan pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM) atau pelatihan vokasi. Pasalnya, swasta memiliki tempat pelatihan yang lebih representatif dibandingkan Balai Latihan Kerja (BLK).
 
"Coba bicara dengan swasta yang memang sudah berkecimpung di dunia ini seperti yang saya sampaikan ISS, Kompas, dan lain-lain ajak bicaralah mereka dan masih banyak yang lainnya," pungkas dia.
 
Sebelumnya, pemerintah bakal menerbitkan 2 juta Kartu Pra Kerja untuk tahap pertama di 2020. Dari jumlah itu, pemerintah menganggarkan Rp10 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
Kartu Pra Kerja diberikan kepada pengangguran yang sedang mencari pekerjaan maupun korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Setiap peserta akan memperoleh insentif Rp300 ribu-Rp500 ribu hingga mencapai Rp1,5 juta per jiwa. Sebanyak 1,5 juta peserta akan diterima melalui kanal digital dan 500 ribu peserta melalui kanal reguler.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif