Presiden Joko Widodo Foto: Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo Foto: Biro Pers Setpres

Pengamat: Blunder Jika Serang Jokowi Lewat Isu Infrastruktur

Antara • 23 September 2022 17:18
Jakarta: Pengamat politik Adi Prayitno menyatakan sebuah kesalahan atau blunder jika ada yang menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui isu infrastruktur. Justru melalui infrastrukturlah publik merasakan dampak dari kepemimpinan Jokowi.
 
"Menyerang Jokowi dengan isu ini adalah sebuah kesalahan alias blunder. Pembangunan infrastruktur menempati rangking pertama kepuasaan publik ke Jokowi. Jadi, AHY salah isu kalau serang Jokowi di bidang infrastruktur," kata Adi, dilansir dari Antara, Jumat, 23 September 2022.
 
Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir kinerja pemerintahan Jokowi dalam membangun infrastruktur. AHY menyebut kebanyakan infrastruktur telah dibangun lebih dulu oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pemerintahan Jokowi tinggal meresmikan atau seremoni gunting pita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adi menilai AHY sengaja menyerang Jokowi dengan mengklaim 70 persen hingga 80 persen proyek infrastruktur sudah dibangun di era SBY. Padahal, menurut Adi, sudah rahasia umum pemerintahan Jokowi sangat masif membangun infrastruktur.
 
"Dua periode Jokowi memipin, pembangunan jalan tol sepanjang 1.540,1 kilometer di seluruh Indonesia dapat diselesaikan dalam kurun tujuh tahun. Bandingkan dengan pembangunan pada masa SBY sepanjang 189,2 kilometer jalan tol yang baru rampung setelah 10 tahun," ujarnya.
 
Tidak hanya jalan tol, lanjut Adi, Jokowi juga membangun 29 bandara. Sedangkan di masa SBY menjabat selama dua periode, hanya 24 bandara terbangun.
 
Di era Jokowi, sebanyak 12 bendungan selesai dibangun dalam kurun tujuh tahun pemerintahan. Sebanyak 27 bendungan ditargetkan selesai pada 2024. Pada masa SBY, 14 bendungan yang terbangun.
 
Baca: AHY Dikritik, Diminta Lebih Kampanyekan Gagasan
 
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini menyebut pemerintah bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam membangun tak lepas dari dukungan rakyat. 
 
Dia mengatakan kepemimpinan di negeri ini harus berkelanjutan. Apa yang sudah digagas pemerintah sebelumnya, dilanjutkan pemerintah selanjutnya. Ini sebuah kewajaran.
 
"Tentunya, kita semakin matang dalam berdemokrasi dan bernegara. Semua yang dikerjakan untuk kesejahteraan rakyat bukan buat menunjukkan siapa paling hebat. Kecuali, memang yang dicari tepuk tangan, ya silakan saja," kata Faldo.
 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif