Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

NasDem Berkomitmen Perjuangkan RUU PKS

Nasional antikekerasan seksual
Theofilus Ifan Sucipto • 02 Juli 2020 08:23
Jakarta: Fraksi Partai NasDem DPR berkomitmen memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) agar diundangkan. Komitmen ini untuk memberikan dasar hukum yang jelas menindak kekerasan seksual.
 
“Kejahatan ini harus dihentikan. Korban kekerasan seksual mesti mendapat perlindungan,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020.
 
Taufik menyebut dukungan terhadap RUU PKS merespons data kekerasan seksual yang terus meningkat setiap tahun. Dia menyatakan RUU itu sebagai inisiatif pribadi dirinya sebagai anggota DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fraksi Partai NasDem menyetujui ide itu dan RUU PKS masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Badan Legislasi (Baleg) menyetujui usulan tersebut.
 
Namun, setelah prolegnas disahkan di rapat paripurna, statusnya berubah. Pimpinan Komisi VIII meminta status RUU diubah menjadi usulan Komisi VIII.
 
“Ternyata setelah diubah statusnya justru membuat RUU tersebut tidak berjalan,” tutur Taufik.
 
Baca:Komisi VIII Sebut RUU PKS Bukan Usulan Utama Prolegnas Prioritas 2020
 
Dia menyayangkan mandeknya pembahasan, bahkan mengeluarkan RUU PKS dari prolegnas. Padahal Fraksi NasDem siap menyampaikan naskah akedemik dan draf RUU jika statusnya tidak diubah.
 
“Namun, bukan berarti berhenti sampai di sini. Fraksi NasDem akan terus mengawal RUU ini hingga berhasil disahkan,” tegas Taufik.
 
Dia berjanji bakal berusaha melobi fraksi lain termasuk fraksi yang menolak RUU PKS. Selain itu, fraksi siap mengakomodasi masukan dari berbagai pihak.
 
“Agar RUU ini dapat lebih dapat diterima dan tidak menimbulkan salah pengertian,” tutur dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif